Ketua Pengurus Yayasan Ilomata, Drs Amrullah Satoto, S.AB, MA
.
JAKARTA (Pos Sore) — Kamis, 27 Januari 2022, Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI milad ke-39 tahun. Di usianya yang kian matang, Institut STIAMI terus berbenah agar menjadi kampus kelas dunia (go global).
Ketua Pengurus Yayasan Ilomata, Drs Amrullah Satoto, S.AB, MA, menyampaikan, guna mewujudkan hal itu, Institut STIAMI banyak menjalin kerjasama dengan kampus asing.
Berbagai program yang melibatkan kerjasama dengan perguruan tinggi asing di sejumlah negara telah dilakukan dan kini Institut STIAMI tengah merancang kerjasama dengan kampus ternama di kawasan Eropa.
Itu dibuktikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara STIAMI dengan Wales Young Institute, Kanada. Penandatanganan dilakukan di sela perayaan milad ke-39 Institut STIAMI yang digelar secara hybrid.
“Begitu pandemi selesai, saya ingin kita menjemput perjanjian kerjasama dengan universitas kelas dunia di negara-negara Eropa lainnya seperti Inggris, Belanda, dan Jerman,” tambah Amrullah.
Ia berpandangan, Institut STIAMI memiliki potensi besar menjadi salah satu kampus kelas dunia. Tahun lalu saja, Institut STIAMI berhasil menggelar even internasional bertajuk ILOMATA International Conference 2021.
“Konferensi ini berhasil mengundang pembicara dari 10 negara dengan peserta sekitar 1.200 orang. Ini luar biasa, dan akan menjadi agenda rutin tahunan Institut STIAMI,” jelas Amrullah.
Makalah dalam seminar internasional tersebut selanjutnya dipublikasikan di prosiding internasional yang terindeks scopus atau dipublikasikan pada mitra jurnal yang terindeks SINTA.
Tahun ini, Institut STIAMI juga telah mengagendakan pertemuan serupa dengan target lebih dari 1.250 peserta dari berbagai universitas dan berbagai negara.

Amrullah mengakui, dalam beberapa tahun terakhir ini Institut STIAMI mengalami perkembangan yang sangat membanggakan.
Satu di antaranya, di masa pandemi Covid-19 dosen-dosen Institut STIAMI berhasil menciptakan program pembelajaran daring yang sangat memudahkan proses belajar para mahasiswa.
“Artinya selain sudah siap go global, kita juga sudah go digital,” tukas Amrullah.
Amrullah menambahkan Institut STIAMI saat ini tengah menyiapkan pembukaan program S2 Komunikasi dan S3 Administrasi Publik.
Selain itu, pada 2024 ditargetkan Institut STIAMI telah berubah menjadi universitas dengan penambahan sejumlah fakultas seperti fakultas tehnik, fakultas hukum dan fakultas komunikasi.
Sementara itu, Rektor Institut STIAMI Prof Dr Ir Wahyuddin Latunreng, MM mengatakan berbagai pencapaian yang diperoleh Institut STIAMI tak terlepas dari kerja keras tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang jumlahnya sekitar 600 orang.
Ia bersyukur dari tahun ke tahun, animo masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tingginya di Institut STIAMI terus meningkat. Termasuk di tengah situasi pandemi Covid-19 yang menyebabkan jumlah pendaftar di beberapa perguruan tinggi swasta menurun.
“Total jumlah mahasiswa kini mencapai lebih dari 11.200 orang. Dan tahun 2022 kita targetkan 2000 orang,” lanjutnya.
Rektor juga menyebut peran Yayasan Ilomata sangat besar dalam mengantarkan sukses lembaga pendidikan Institut STIAMI. Termasuk dalam hal penyiapan program S2 Komunikasi dan S3 Administrasi Publik.

Dalam perayaan milad itu, Institut STIAMI menghadirkan Duta Institut STIAMI Cholidi Asadil Alam. Ia mengingatkan pentingnya Institut STIAMI untuk terus meningkatkan pelayanan baik terhadap mahasiswa, tenaga pendidik dan kependidikan maupun masyarakat.
Menurutnya, pelayanan yang baik menjadi kunci sukses satu embaga, baik itu lembaga bisnis maupun lembaga pendidikan.
“Kita tahu Starbucks sukses itu bukan sekadar jualan kopi. Tetapi lebih dari itu adalah pelayanan terhadap konsumen. Sehingga konsumen rela membayar lebih mahal karena memang benar-benar dilayani dengan sangat baik,” jelasnya.
Ia mencontohkan salah satu strategi pelayanan gerai kopi tersebut, yakni menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung.
“Barang apapun milik konsumen yang ketinggalan di Starbucks, tidak akan hilang. Mereka memastikan semuanya aman. Mulai dari dompet, handphone, laptop dan barang berharga lainnya. Itulah yang membuat konsumen menjadi pelanggan setia,” kata Cholidi.
Ia berharap Institut STIAMI dapat belajar dari kisah sukses gerai kopi yang kini telah mendunia tersebut dan mengaplikasikannya dalam sistem pelayanan sehari-hari.
Hadir dalam kesempatan tersebut seluruh jajaran pengurus Yayasan Ilomata, pimpinan Institut STIAMI, dan mahasiswa.
