23 C
New York
17/04/2026
AktualEkonomiNasional

Hasil Riset Arkeologi Maritim BRSDM KKP: Tidore Kepulauan Berpotensi Menjadi Lokasi Wisata Bahari

JAKARTA (Pos Sore) — Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) melalui Loka Riset Sumber Daya dan Kerentanan Pesisir (LRSDKP), Pusat Riset Kelautan (Pusriskel), mendiseminasikan hasil riset kajian arkeologi Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT).

Plt. Kepala BRSDM, Kusdiantoro, menerangkan dokumentasi dan diseminasi hasil riset menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi kebijakan dan program pemerintah.

Dalam sejarah maritim dunia, Indonesia dan pulau­-pulaunya memainkan peran ekonomi yang signifikan karena posisinya yang strategis di ‘Jalur Rempah dan Sutra Laut’.

Salah satunya yakni Kepulauan Maluku, yang menjadi incaran para pemburu ‘Holy Grail’ rempah eksotik, langka, dan bernilai sangat tinggi di pasar dunia, para penjelajah dan petualang, serta saudagar Renaisans Eropa.

“Kami terus berusaha mendiseminasikan hasil riset BRSDM, agar riset yang dihasilkan dapat tersampaikan kepada lembaga terkait maupun stakeholders,” katanya dalam temu media dengan tema “Menguak Warisan Budaya Maritim dan Bawah Air Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara”, pada Rabu, 29 Desember 2021.

Dengan demikian dapat mendorong percepatan pemanfaatan hasil riset serta bermanfaat dalam membuat rumusan kebijakan, regulasi, atau pengembangan teknologi.

Tidak hanya itu. Riset arkeologi maritim juga terlaksana bertujuan untuk pengelolaan wisata bahari berkelanjutan dan penguatan narasi sejarah dan budaya maritim di Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara.

“Kajian Riset Budaya Maritim dan Bawah Air Kota Tidore Kepulauan telah terlaksana sejak 2019, namun di tahun 2020 sempat terhenti karena adanya pandemi Covid-19, kemudian kita lanjutkan di 2021,” ungkapnya.

Kajian ini juga terlaksana sebagai tindak lanjut permohonan dari Walikota Tidore, Ali Ibrahim, pada 2018. Walikota meminta dukungan riset bagi pengungkapan sejarah maritim terkait Ekspedisi Magellan-Elcano untuk mendukung peringatan Sail Tidore 2022.

Saat itu, juga bertepatan dengan Peringatan 500 Years Circumnavigation of the World oleh Ferdinan Magellan dan Juan Sebastian Elcano.

“Melalui riset ini, kami harap dapat menjadikan Tidore sebagai lokasi wisata bahari yang tidak hanya mendapat perhatian wisatawan mancanegara tetapi juga wisatawan domestik,” katanya.

Ia menyampaikan pada 2022, juga akan dilaksanakan lomba fotografi bawah air menguak benda bermuatan sejarah di laut Tidore.

Penelitian ini juga mendapat dukungan langsung pemerintah daerah, yakni Ali Ibrahim, Walikota Tidore Kepulauan.

Pihaknya mendukung sepenuhnya riset BMKT yang dilaksanakan LRSDKP BRSDM di Kota Tidore Kepulauan dalam rangka menyambut Sail Tidore 2022.

Kepala Pusriskel, I Nyoman Radiarta, mengungkapkan riset maritim ini juga mengalami berbagai kendala. Tidak hanya karena pandemi Covid-19, tetapi juga lokasi dan jarak tempuh dari pengambilan data.

Namun demikian, tantangan tersebut bukanlah halangan untuk menguak potensi BMKT di kawasan perairan Indonesia.

“Situs BMKT menjadi salah satu prioritas riset BRSDM. Tentunya hasil penelitian ini dapat menjadi scientific-based untuk program prioritas KKP,” katanya.

Terutama dalam mengembangkan kampung-kampung perikanan berbasis kearifan lokal, dalam hal ini kampung wisata bahari.

Karena, riset arkeologi ini sangatlah komprehensif, melibatkan berbagai aspek keilmuan. “Ini juga salah satu langkah strategis BRSDM untuk memberikan informasi literasi maritim tentang Indonesia,” paparnya.

Sementara itu, Kepala LRSDKP, Nia Naelul Hasanah, menerangkan, penelitian ini terlaksana melalui serangkaian riset.

Juga koordinasi dengan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan; wawancara; penyelaman SCUBA untuk mencari dan observasi lokasi kapal karam;

Selain itu, pengangkatan, pengukuran, dokumentasi, desalinasi sejumlah sampel artefak; survei batimetri untuk memetakan kedalaman dan kontur dasar laut; survei kualitas air. Hingga pemetaan spasial situs bawah air dan landmark sejarah maritim.

Leave a Comment