11.1 C
New York
25/04/2026
Aktual

Awas, Utang Gelap RI Capai Rp266 Triliun

Possore.com — Ini boleh jadi, berita biasa bagi orang orang tertentu, tapi bagi rakyat kebanyakan menjadi berita sangat mengejutkan. Di luar tumpukan utang pemerintah yang menggunung, yang konon bisa mencapai Rp 10 ribu triliun, ternyata masih ada utang lain, yang disebut sebagai utang gelap pemerintah yang jumlahnya 17,28 miliar dolarAS atau sekitar Rp266 triliun.

Nilai ini, sebagaimana dilansir Gelora.co (6/10) setara dengan 1,6 persen PDB Indonesia, dan merupakan utang yang diberikan China sejak tahun 2000 hingga 2017. ‘’Salah satunya adalah utang kereta api cepat Jakarta – Bandung,’’ komentar Said Didu mantan Sekertaris Menteri BUMN, Rabu pagi (7/10).

Di bawah judul ‘’Imbas Belt and Road Initiative, Indonesia Punya Utang Gelap ke China hingga Rp266 Triliun’’ gelora.co menyebut, ambisi China membuat jalur sutera baru yang disebut Belt and Road Initiative (BRI), memaksa negara-negara mitranya menumpuk utang gelap, termasuk salah satunya adalah Indonesia. Hal ini terungkap dalam laporan terbaru AidData pada akhir September.

Beberapa komentar netizen membalas @ gelora.co yang dapat diikuti melalui akun twitter, selain cuitan Said Didu, antara lain adalah dari Liar @ SY_Bwz yang menyebut, rezim ini rakus benar, gak peduli nasib negerinya sendiri. Gobloknya sudah akut.

‘’Yang gelap aja nyampe 266 Triliun…belum ditambah yang terang ribuan triliun kali,’’ cuit D.Yudistira. Sementara netizen atas naama HURAHARA menulis cuitannya: Ini namanya pinjol dana cepat negara. Perlu diselidiki…’’

Sementara itu, Juni lalu, menurut prediksi ekonom Institute For Development of Economics and Finance (Indef), Didik J Rachbini, pemerintahan saat ini akan mewariskan utang lebih dari Rp 10 ribu triliun kepada pemerintahan selanjutnya. Jika menggabungkan utang APBN dengan BUMN.

Tercatat di AidData

Mengutip RMOL, gelora.co menulis utang gelap Indonesia itu tercatat dalam laporan AidData. Di samping utang tersembunyi atau gelap tersebut, Aid Data juga mencatat utang terbaru Indonesia, yang telah menerima pinjaman senilai 4,42 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar 63 triliun rupiah pada periode yang sama.
AidData menyebutan, utang tersebut didapat melalui skema Official Development Assistance (ODA), serta pinjaman melalui skema Other Official Flows (OOF) sebesar 29,96 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp 427 triliun.

Dalam konteks ini, AidData mendefinisikan utang tersembunyi sebagai utang yang diberikan oleh Tiongkok kepada negara berkembang bukan melalui pemerintahan negara peminjam. Tetapi melalui perusahaan negara (BUMN), bank milik negara, Special Purpose Vehicle (SPV), perusahaan patungan dan lembaga sektor swasta.

Mayoritas dari utang tersebut biasanya tidak akan muncul dalam neraca utang pemerintah. Dengan demikian, utang ini tidak akan masuk dalam sistem pelaporan utang yang dibuat oleh lembaga keuangan dunia seperti Bank Dunia maupun Dana Moneter Internasional .(lya/gelora/RMOL)

Leave a Comment