20.9 C
New York
05/05/2026
Aktual

JK: Tak Gaul Kalau Belum Donor Darah

JAKARTA (Pos Sore) — Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla yang akrab disapa JK mengajak pemuda-pemudi menyumbangkan ‘harta paling berharga’ mereka.

Harta paling berharga tak lain adalah darah. “Di dalam agama apapun, selalu diajarkan untuk memberi sesuatu yang baik. Kalau begitu, menyumbanglah apa yang paling berharga, yakni darah Anda,” ujar JK di hadapan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Walikota Semarang Hendrar Prihadi, dan ribuan pemuda baik mahasiswa dan siswa se-Jawa Tengah di Semarang, Sabtu (3/5) seperti dilansir jusufkalla.info.

“Artinya, bisa jadi Anda yang donor sekarang, tapi setelah itu orangtua Anda yang membutuhkan.”

Dalam acara pencanangan Gerakan Yang Muda Yang Berdonor di halaman gubernuran Jawa Tengah ini, JK menerangkan donor darah merupakan proses saling membantu sesama. Sebab, kata JK, tiada yang tahu siapa pun yang butuh darah dan kapan pun darah dibutuhkan.

“Artinya, bisa jadi Anda yang donor sekarang, tapi setelah itu orangtua Anda yang membutuhkan,” ujar JK.

Karenanya, ia menghargai betul gerakan baru, Yang Muda Yang Berdonor ini. Menurutnya, program baru sejalan dengan apa yang menjadi misi PMI, yakni menjadikan donor darah sebagai gaya hidup. Dengan begitu, tingkat gaul tidaknya anak muda ditentukan ia pernah donor darah atau belum.

“Kita harus memulai donor sebagai gaya hidup. Jadi, tidak gaul ini kalau belum donor darah,” kata JK disambut gelak tawa dan tepuk tangan hadirin, tak terkecuali Ganjar dan Hendrar.

“Kita harus memulai donor sebagai gaya hidup. Jadi, tidak gaul ini kalau belum donor darah.”

Mantan wapres ini juga menyebut kebutuhan darah suatu negara rata-rata 2 persen dari total jumlah penduduk. Dari jumlah itu, makin maju sebuah negara, makin banyak kebutuhan darahnya.

“Kita butuh darah 2 persen dari total penduduk. Jadi 4,8 juta kantong setahun. Kita ingin tingkatkan menjadi 5 juta. Makin naik, makin maju negara, makin butuh darah,” jelas dia.

Makin maju sebuah negara, papar JK, makin banyak orang ke rumah sakit dan meninggalkan perdukunan.

Selain itu, makin maju pembangunan sebuah negara, makin banyak kecelakaan terjadi, sehingga makin banyak operasi yang membutuhkan darah. “Gerakan ini bisa jadi nasional, gerakan anak-anak muda ini. Yang hebat ini jadi duta ke tempat lain.” (fent)

Leave a Comment