JAKARTA (Pos Sore) — Planet kita menghadapi bencana. Laporan dari UN Office mengindikasikan bencana yang disebabkan iklim akan meningkat. Sekitar 70 persen dari bencana terkait dengan cuaca dan iklim. Angka ini meningkat sekitar 50 persen dari dua dekade yang lalu.
“Namun harus diingat sebanyak 95 persen penyebab perubahan iklim karena aktivitas manusia. Sisanya karena aktivitas alam. Karenanya kita membutuhkan solusi bagaimana mengubah cara hidup kita, cara berproduksi dan konsumsi, dalam hal pekerjaan, transportasi, dan hal-hal lainnya,” kata Sekretaris Jenderal World Meteorological Organization (WMO), Michael Jarraud, dalam pertemuan ‘The 16th Session of WMO Regional Association (RA) V, di kantor BMKG, Jumat (2/5).
Sementara itu, Presiden WMO, David Grimes, menegaskan, kita tidak memiliki banyak pilihan solusi. Karenanya, untuk mengamankan masa depan iklim kita, dibutuhkan skema besar, perlu kerjasama internasional. Dibutuhkan pula keterlibatan masyarakat sipil dan partisipasi swasta.
“Karenanya, pertemuan ini amat penting karena dapat menentukan prioritas-prioritas dalam empat tahun ke depan. Ada prioritas yang bisa diadaptasi oleh semua negara seperti penanggulangan bencana dan perubahan iklim, serta prioritas di masing-masing negara,” katanya.
Wilayah Pasifik Selatan sendiri masuk dalam RA V karena di wilayah ini banyak terdapat wilayah kepulauan. Rasio lautan pun lebih besar dibanding daratan. Sama seperti di Indonesia. (tety)
