01/02/2026
AktualEkonomi

Perum BULOG Tengah Mematangkan Kembali Ekspor Beras ke Arab Saudi

POSSORE.COM — Direktur Utama Perum BULOG Budi Waseso mengungkapkan pihaknya tengah mematangkan rencana mengekspor kembali beras ke Arab Saudi yang sebelumnya sempat tertunda akibat pandemi Covid-19. Rencana ekspor beras perdana dilakukan dalam waktu dekat. Volume beras yang akan diekspor sebanyak 5 kontainer atau sekitar 100 ton ke Arab Saudi setiap bulan.

“Sebenarnya rencana  ekspor beras ke Arab Saudi ini sudah terealisir tahun lalu tetapi kerena pandemi Covid -19 jadi kita tunda. Izinnya memang baru bisa 5 kontainer dulu. Tonasenya kurang lebih 20 kg dikali 5 (kontainer) ya 100 ton, sudah berbentuk kemasan,” kata Buwas sapaan akrab Dirut Bulog ini saat memberikan penjelasan melalui kenferensi pers  secara daring terkait  stok beras nasional, Senin (29/3)

realisasi penyerapan yang dilakukan BULOG sampai akhir Maret tahun ini tergolong lebih tinggi dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya. Sampai 29 Maret ini, BULOG sudah menyerap sebanyak dari 200 ribu ton setara beras produksi dalam negeri dari seluruh Indonesia.

Buwas menegaskan bahwa rencana ekspor beras ini seharusnya dapat membuktikan bahwa Indonesia sudah mampu menjaga ketahanan pangannya. Namun, harapan tersebut harus tertunda karena saat itu Arab Saudi masih menerapkan karantina wilayah, bahkan membatasi kegiatan Ibadah Haji.

Dijelaskan pihak Arab Saudi mengimpor beras dari Indonesia untuk memenuhi kebutuhan  para Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di negara tersebut, baik yang bekerja, maupun yang melaksanakan ibadah haji dan umrah.

Menurut mantan Kabareskrim Polri ini ekspor beras ditempuh Bulog untuk bisa membantu memperluas dan mempercepat penyaluran beras yang menumpuk di gudang. Hal itu seiring mulai berkurangnya saluran penjualan beras Bulog setelah program Rastra dihapus. Mayoritas beras Bulog hanya dapat dijual melalui Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) serta program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH).

Buwas menjelaskan, realisasi penyerapan yang dilakukan BULOG sampai akhir Maret tahun ini tergolong lebih tinggi dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya. Sampai 29 Maret ini, BULOG sudah menyerap sebanyak dari 200 ribu ton setara beras produksi dalam negeri dari seluruh Indonesia.

Setelah hampir sebulan penuh manajemen Perum BULOG turun ke sawah, proses penyerapan gabah beras petani pada musim panen raya tahun ini, akhirnya stok beras nasional mencapai satu juta ton yang merupakan batas aman Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Buwas mengatakan, serapan harian BULOG tahun ini rata-rata sudah mencapai 10 ribu ton perhari. Bahkan tampaknya akan cenderung meningkat lagi dalam beberapa minggu ke depan. Realisasi ini secara tidak langsung telah menjawab  berbagai komentar miring yang menganggap BULOG tidak mampu melakukan penyerapan beras dengan baik.

Mengenai polemik di media massa soal larangan impor beras, menurut Buwas, Presiden Joko Widodo telah menyatakannya bahwa tidak ada impor beras hingga Juni 2021. Namun Buwas mengatakan, BULOG siap melaksanakan tugas yang diamanahkan pemerintah kepada institusinya.

“Saya menyampaikan terimakasih kepada Presiden yang memberikan dukungan dalam melakukan penyerapan beras untuk stok pangan nasional,” katanya. Sebelumnya Jumat (26/3) lalu, Presiden Joko Widodo dalam keterangan pers yang disebarluaskan secara langsung melalui tayangan Live Youtube dari Sekretariat Presiden pada malam lalu, bahwa beras hasil panen petani akan diserap BULOG. Presiden memastikan bahwa tidak akan ada beras impor yang masuk ke Indonesia sampai pertengahan tahun ini dan Indonesia sudah berhenti beras sejak hampir tiga tahun lalu. (aryo)

Leave a Comment