02/05/2026
Aktual

Ibu Rumah Tangga dan Anak Terkena HIV/AIDS Karena Seks Menyimpang Pria

JAKARTA (Pos Sore) – Kasus HIV/AIDS kini semakin merangsek masuk ke lingkungan keluarga. Tak hanya mereka yang berperilaku seks bebas dan menyimpang, ibu rumah tangga dan anak-anak pun sudah mulai terkena HIV/AIDS.

“Fakta ini sungguh membuat saya sangat prihatin. Bahwa ancaman HIV/AIDS kini sudah masuk ke dalam ranah keluarga. Perempuan dan anak menjadi orang-orang yang terancam HIV/AIDS,” tandas Menkes Nafsiah Mboi, di kantornya, dalam diskusi ‘HIV dan AIDS Pada Wanita’ dalam rangka peringatan Hari Kartini, Kamis (24/4).

Kondisi tersebut menurut Nafsiah tak lepas dari perilaku seks menyimpang dari para laki-laki. Data 2012 menyebutkan telah terjadi peningkatan kasus 7 kali lipat dari 0,1 persen pada 2007 menjadi 0,7 persen pada 2012.

Survei Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP) 2007 dan 2011 di sejumlah kota menyebutkan epidemic HIV menunjukkan peningkatan hingga 134 persen pada populasi laki-laki suka laki-laki (LSL) dan meningkat 600 persen pada populasi laki-laki beresiko tinggi (LBT).

Hal sebaliknya justeru ditunjukkan pada populasi pengguna alat suntik (penasun) yang cenderung menurun 19,1 persen, wanita penjaja seks (WPS) tak langsung menurun 22,5 persen, WPS langsung turun 5,1 persen dan waria turun 4,5 persen.

Hasil yang hampir sama juga ditunjukan oleh survey STBP 2009 dan 2013: LSL meningkat hingga 83 persen, penasun meningkat 46,3 persen, WPS tak langsung turun 38,5 persen, WPS langsung turun 10 persen dan waria turun 19,6 persen.

Peningkatan laki-laki yang beresiko tinggi dalam hal seks membuat jumlah ibu rumah tangga dan anak yang terkena HIV/AIDS juga meningkat. Hingga 2013, tren jumlah penderita AIDS pada ibu rumah tangga mencapai 865 orang, HIV/AIDS pada anak usia 0-4 tahun 759 (HIV) dan 154 (AIDS). (tety)

Leave a Comment