16.1 C
New York
24/04/2026
AktualEkonomi

Terapkan Teknologi ERP SystemEver, Bisnis Dongsung Food Tumbuh Melesat

JAKARTA (Pos Sore) — Pertumbuhan industri makanan dan minuman (mamin) selama pandemi di Indonesia menorehkan catatan pertumbuhan yang kurang menggairahkan. Pertumbuhan industri ini sepanjang 2020 hanya mencapai 3 persen, padahal normalnya tumbuh di kisaran angka 7 hingga 9 persen.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman, menyebutkan, selain pembatasan sosial, melemahnya daya beli masyarakat juga menjadi salah satu penyebabnya.

Kendati pertumbuhannya mengalami koreksi, industri mamin juga terbukti tahan banting. Ketika ekonomi nasional mengalami kontraksi hingga -5,32% pada kuartal II (April-Juni 2020), industri makanan dan minuman masih bisa tumbuh 0,22%.

Jumlah ini kian meningkat pada kuartal III (Juli-September 2020). Ketika kontraksi menginjak angka -3,49%, angka pertumbuhan bertambah hingga 0,66%. Tingginya kebutuhan masyarakat akan beberapa kategori pangan seperti susu, makanan beku, bumbu-bumbu serta makanan instan seperti mie, sereal dan pasta turut menjadi penunjangnya.

Memasuki tahun 2021, pertumbuhan industri mamin diprediksi dapat tumbuh lebih baik lagi. Dengan berlangsungnya era kenormalan baru dan penemuan vaksin, Gapmmi memperkirakan pertumbuhan industri mamin pada 2021 akan tumbuh sebesar 5 hingga 7 persen.

Tentu saja hal ini menjadi momentum bagi pelaku industri untuk bangkit dan mengejar ketertinggalannya. Terlebih, pandemi juga seolah memaksa pelaku usaha melakukan transformasi digital dengan lebih cepat demi mencapai pertumbuhan bisnis yang diharapkan.

Dongsung Food, misalnya. Perusahaan makanan asal Korea Selatan yang memproduksi dan mendistribusikan produk pangan mie, kue beras dan saus ini sejak 2004, memutuskan menerapkan digitalisasi manajemen berteknologi ERP (Enterprise Resource Planning) berbasis cloud.

Hasilnya, pada 2010 berhasil mendebutkan penjualan sebesar 32,4 miliar won, naik lima kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya. Teknologi ini dipilih Dongsung Food karena terbukti handal dalam menciptakan teknologi yang terintegrasi dan mudah penggunaanya.

ERP besutan SystemEver yang tak lain berasal dari perusahaan teknologi terkemuka di Korea Selatan, Younglimwon Softlab, memiliki kecanggihan teknologi ERP – SystemEver yang terletak pada fitur “Visual K-Process Map” yang simple, dan mudah digunakan.

Lee Yong-taek, CEO Dongsung Food, mengakui ERP-SystemEver mampu mengintegrasikan berbagai komponen operasional manajeman perusahaannya secara komprehensif dan sistemik, sehingga masing-masing bagian bisa terkontrol dan termonitor dengan cermat.

“ERP memang bukanlah sebuah pilihan, melainkan solusi tepat yang diterapkan dalam manajemen perusahaan yang ingin melesat maju. Dengan keakuratan data, Systemever membantu pelaku bisnis merespons lebih cepat sekaligus memprediksikan keputusan bisnis strategis,” papar Lee Young-taek.

Adanya sistem yang saling terintegrasi, mempermudah bagi pelaku bisnis mereview data biaya, laba, rugi dan profitabilitas dengan lebih jelas, termasuk memantau laporan bisnis secara real time. Dengan begitu, kebijakan perusaaan pun dapat lebih mudah dibuat. “ERP SystemEver membantu kami dalam mendapatkan kepercayaan dari customer dan para mitra kami,” tandasnya.

Hadir di Indonesia sejak 2017, Systemever, siap menjadi mitra solusi manajemen pelaku bisnis enterprise dalam 3 jenis produk layanan yang bernama Systemever i-Series, yakni i1 (bidang manajemen akuntansi), i5 (distribusi perdagangan) dan i7 (industri manufaktur).

Dengan investasi yang terjangkau bagi pelaku bisnis makanan dan minuman skala medium enterprise, SystemEver dapat diandalkan untuk menciptakan iklim kerja yang kondusif berorientasi hasil. (tety)

Leave a Comment