19.4 C
New York
28/04/2026
Kesra

Peran Gizi Seimbang bagi Anak Usia Sekolah, Kuliah WA Program Studi Gizi Universitas Al Azhar Indonesia

JAKARTA (Pos Sore) — Permasalahan gizi pada anak, baik gizi kurang maupun gizi lebih di Indonesia masih terjadi. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi anak yang pendek sebesar 16,9% dan yang kurus 6,8%. Jumlah anak yang gemuk dan obesitas ternyata lebih besar yaitu masing-masing 10,8% dan 9,2%.

Terjadinya permasalahan gizi tersebut secara tidak langsung dapat dipengaruhi oleh pengetahuan orang tua, khususnya Ibu. Ibu sebagai orang yang paling dekat dengan lingkungan anak, turut serta berperan dalam proses tumbuh kembang anak melalui makanan yang disediakan.

Melihat potret permasalahan gizi yang terjadi pada anak usia sekolah, Program Studi Gizi menyelenggarakan Kuliah Whatsapp dengan topik “Peran Gizi Seimbang bagi Anak Usia Sekolah”. Kegiatan ini diprakarsai oleh Zakia Umami, SGz, MSi dan Lusi Anindia R, SGz, MSi. Keduanya, Dosen Tetap dari Program Studi Gizi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Al Azhar Indonesia.

Terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk Pengabdian kepada Masyarakat yang merupakan salah satu bulir penting dari Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitan dan Pengabdian Masyarakat).
Dalam pelaksanaannya, Program Studi Gizi menggandeng Taman Baca Masyarakat (TBM) “Sahabat Lentera” sebagai mitra penyelenggara.

Kuliah Whatsapp ini diikuti oleh 104 peserta yang terdiri dari orang tua (ayah/ibu) anak usia sekolah yang merupakan anggota TBM “Sahabat Lentera”, mahasiswa, dan masyarakat umum . Kegiatan ini terselenggara pada Rabu (20/10/2020) dengan Zakia Umami, SGz, MSi sebagai narasumber dan Fitriawati sebagai moderator.

“Pedoman Gizi Seimbang ini pengganti istilah 4 sehat 5 sempurna, yaitu susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan mempertahankan berat badan normal untuk mencegah masalah gizi,” begitu cuplikan materi yang disampaikan Zakia Umami.

Peserta orangtua tidak hanya diberikan materi saja, juga disajikan video tentang “Pahlawan Gizi Seimbang”, dengan instruksi dari narasumber agar menonton video tersebut bersama dengan anaknya. Setelah menonton video, anak diberikan challenge untuk menceritakan kembali cerita tersebut dan direkam oleh orang tua dalam bentuk video.

“Videonya kece abis, anak saya cepat menghafal sehingga bisa menceritakan kembali dengan cepat, butuh satu hari saja untuk menghafal bagi anak saya yang berusia enam tahun,” kata Siti Zakiyah, Ketua dari Taman Baca Masyarakat Sahabat Lentera.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif peserta yang menyatakan ilmu bermanfaat yang didapatkannya mengenai gizi seimbang itu akan diaplikasikannya kepada anak-anaknya. (tety)

Leave a Comment