17 C
New York
19/04/2026
AktualEkonomiJabodetabek

PSBB Total, Ekonomi Jakarta Dikhawatirkan Stagnan Kembali

JAKARTA (Pos Sore.com) – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total mulai Senin 14 September 2020.

Ketua Umum DPP Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang dalam rilisnya menyatakan kebijakan ini akan membuat ekonomi Jakarta stagnan kembali.

“Aktivitas perkantoran akan ditutup, termasuk pembatasan operasional transportasi pelaku UMKM,” kata Sarman, Kamis (10/9).

Namun disisi lain, lanjut Sarman, ekonomi Jakarta baru mulai bergairah dalam dua bulan terakhir, meski dengan pembatasan dan menerapkan protokol kesehatan.

Diberlakukannya kembali PSBB, kata dia, akan memperpanjang masa penantian pengusaha terutama pengusaha hiburan malam yang sudah hampir 6 bulan tutup dan hingga saat ini belum diizinkan dibuka.

Sebelumnya Gubernur DKI Anies Baswedan mengatakan PSBB diterapkan untuk memastikan bahwa pengendalian pergerakan kegiatan usaha maupun sosial berjalan dengan baik dan tidak menyebabkan penularan.

“Perlu saya sampaikan bahwa izin operasi pada bidang-bidang non esensial yang dulu mendapatkan izin (IOMKI) akan dievaluasi ulang untuk memastikan pengendalian saat PSBB Total ini,” kata Anies.

Dalam keterangan pers yang disampaikan di Balai Kota Jakarta, Rabu malam (9/9),
Anies mengatakan para pemegang IOMKI tersebut di luar bidang industri esensial yang diperbolehkan untuk beroperasi

Selama pemberlakuan PSBB Total, bidang industri esensial yang secara total sejumlah 11 bidang itu, boleh berjalan dengan operasi minimal tidak seperti biasanya.

“Jadi tidak boleh beroperasi seperti biasa, tapi lebih dikurangi, agar lebih terawasi sehingga tidak menyebabkan penularan,” tutur Anies.

Leave a Comment