02/02/2026
AktualEkonomi

Bulog-Kemensos Luncurkan Program Bansos Beras ke 10 Juta Keluarga di Indonesia 

POSSORE–Kementerian Sosial dan Perum Bulog meluncurkan Program Bantuan Sosial Beras kepada 10 juta Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM-PKH) di seluruh Indonesia termasuk untuk keluarga petani yang terdampak pandemi Covid-19. Peluncuran program tersebut berlangsung di kompleks pergudangan Perum Bulog wilayah DKI, Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (2/9 

Acara ini dipimpin langsung Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso  dihadiri  Menteri Sosial Juliari Batubara beserta staf. Acara dilanjutkan dengan penyerahan  bansos beras secara simbolis oleh Mensos Juliari kepada keluarga penerima manfaat Program KPM-PKH dan pelepasan truk pengangkut beras bansos 

Mensos Juliari Batubara mengatakan program bansos beras ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran keluarga penerima manfaat Program KPM-PKH di seluruh Indonesia. Di samping itu bantuan ini juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan beras bagi warga terkena dampak Covid-19 agar tetap bisa terjaga kesehatannya.  

“Program Bantuan Sosial Beras ini bertujuan untuk mengurangi pengeluaran Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM-PKH) di seluruh Indonesia agar kebutuhan pangan beras bagi warga terkena dampak Covid-19 bisa terpenuhi dan tetap terjaga,” kata Menteri Sosial Juliari Batubara.

Program bansos beras ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran keluarga penerima manfaat Program KPM-PKH di seluruh Indonesia. Di samping itu bantuan ini juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan beras bagi warga terkena dampak Covid-19 agar tetap bisa terjaga kesehatannya …

“Keluarga penerima manfaat pada bulan September ini akan menerima langsung beras sebanyak 30 Kg sekaligus dan bulan selanjutnya pada Oktober setiap keluarga penerima manfaat masing masing sebanyak 15 Kg,” kata Juliari di Jakarta, Rabu (2/9).  

Budi Waseso mengatakan jajaran Bulog berkomitmen untuk memastikan kualitas dan kuantitas beras dari seluruh gudang Bulog di semua wilayah Indonesia terjamin baik sampai ke penerimanya. Untuk itu, pengawasan dan pengendalian kualitas dan kuantitas jumlah beras Bulog terus dipantau.  

“Setelah melewati petugas pengawas kualitas beras di Gudang Bulog, selanjutnya akan diserahkan kepada jasa pengangkut/transporter yang telah ditunjuk oleh Kementerian Sosial untuk melakukan pendistribusian kepada keluarga penerima manfaat,” kata Buwas sapaan akrab Budi Waseseo. 

Dijelaskan, dengan adanya program Bansos beras ini maka tidak hanya masyarakat  penerima bansos saja yang merasakan manfaatnya namun juga para petani yang merupakan kelompok masyarakat terdampak Covid-19 karena beras yang dibeli Bulog berasal dari petani tersebut saat panen raya yang sudah sesuai dengan amanah Inpres Nomor 05.2015.  

Perum Bulog sebagai salah satu perusahaan negara dalam membantu mengatasi dampak pandemi Covid-19 telah teruji khususnya dalam penyediaan bahan makanan pokok kepada masyarakat baik itu melalui operasi pasar untuk menjaga stabilitas di tingkat konsumen maupun program penyaluran beras bantuan Presiden bagi masyarakat terdampak Covid-19 di wilayah Jabodetabek pada Mei dan Juni lalu dimana semuanya aman terkendali.  

“Kami menyadari bahwa tugas pemenuhan pangan bagi masyarakat dengan harga yang terjangkau membutuhkan sinergi dari semua pihak terkait,” tuturnya. 

Dirut Perum Bulog Budi Waseso dan Mensos Juliari Batubara memberikan keterangan pers

Dalam acara tersebut juga dilakukan uji tanak nasi yang diambil dari sampel beras bansos yang akan disalurkan sebagai bukti bahwa Perum Bulog sangat memperhatikan kualitas beras yang dikelolanya. Uji tanak ini sebagai bukti bahwa hasil panen dalam negeri juga mempunyai kualitas dan karakteristik rasa yang disukai masyarakat,” ujar dia. (aryo)

Leave a Comment