7.7 C
New York
27/04/2026
AktualEkonomi

Membuka Kowani Fair Online 2020, MenkopUKM: UMKM Digital Produktif Kunci Pemulihan Ekonomi Nasional

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki membuka secara resmi penyelenggaraan Kowani Fair Online 2020 yang diadakan Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Selasa (1/9/2020). Kemenkop UKM menyambut baik kegiatan tahunan ini yang dinilai dapat mengoptimalkan teknologi digital para pelaku UMKM perempuan.

“Pemerintah berupaya memastikan berjalannya roda ekonomi dan aktivitas usaha, pelaku UMKM agar dapat menjalankan usahanya dari rumah, dan terhubung ke ekosistem digital, serta melakukan adaptasi dan inovasi produk,” tuturnya.

Saat ini, pelaku usaha di Indonesia sebesar 99,99% populasi usaha terdiri dari Koperasi dan UMKM. Pelaku usaha UMKM menyumbangkan setidaknya 60% PDB nasional, menyerap 97% tenaga kerja dan berkontribusi 14,17% ekspor nasional. Sedangkan berdasar data BPS, 43,45% pengusaha UMKM non pertanian adalah wanita.

“Database KemenkopUKM menunjukkan,dari total 123.048 koperasi aktif, 11.458 adalah koperasi wanita. Meski sedikit, menariknya Asian Venture Philantrophy Network memaparkan data bahwa, dalam setiap $1 dana yang dihasilkan, 78 sen di antaranya dihasilkan pengusaha perempuan, sedangkan laki-laki 31 sen,” paparnya.

Menurut data tersebut, peran perempuan sebagai pahlawan ekonomi harus tetap diperhitungkan. OECD-2019 mencatat pengusaha wanita, juga terdampak signifikan dalam pandemi, antara lain, turunnya permintaan, kurangnya likuiditas, kurangnya kapasitas dan fasilitas digital serta kurangnya sumber daya.

“UMKM digital produktif merupakan kunci pemulihan ekonomi. Tercatat setidaknya sejak pandemi terjadi, penjualan di e-commerce naik 26% dan mencapai 3,1 juta transaksi per hari. Namun demikian angka awal 2020, pemerintah mendata baru 8 juta UMKM hadir dalam platform digital atau 13% dari total populasi UMKM,” sebutnya.

Tantangan lainnya juga tidak cukup hanya hadir dalam platform digital, isu sustainability dari UMKM di platform digital juga patut mendapat perhatian. Menurut Teten, UMKM tidak hanya harus bertahan, namun harus mampu menjadi kompetitif baik di pasar lokal dan global.

KemenkopUKM juga melakukan onboarding digitalisasi UMKM di daerah-daerah, dengan memanfaatkan catalog digital/e-brochure. Katalog ini, nantinya berisi produk UMKM serta hyperlinks/tautan kontak penjual, sehingga dapat disebarkan dengan sederhana melalui platform chat ataupun media sosial dan jika di-klik akan langsung terhubung ke WA penjual.

“Inovasi dalam ekosistem digital juga terus digalakkan, salah satunya dengan program Pahlawan Digital yang menghadirkan perusahaan rintisan lokal yang menjadi inovator solusi teknologi dan membantu kegiatan usaha UMKM,” ungkap Teten.

Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo

Sementara itu, Ketua Umum Kowani Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd, mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2018 tercatat ada 64,2 juta UMKM. Dari jumlah ini, berdasarkan survey yang dilakukan Bank Indonesia (BI) pada Juni 2020, sebanyak 72,6% pelaku UMKM terdampak oleh pandemi.

Tentunya keadaan yang memprihatinkan ini tidak boleh menyurutkan semangat dan tekad untuk terus membangun perekonomian dan kesejahteraan bangsa melalui dan dimulai dari keluarga yang memiliki ketahanan keluarga yang sejahtera, menuju Indonesia maju.

Giwo menegaskan, Kowani Fair telah menjadi agenda tetap dan sekaligus agenda unggulan bagi Kowani. Kegiatan ini perwujudan dari komitmen, konsistensi dan tekat bulat Kowani untuk ikut serta dalam meningkatkan harkat perempuan melalui kegiatan perekonomian guna pemantapan kesejahteraan keluarga pada khususnya dan kesejahteraan bangsa pada umumnya.

“Sejak tahun 2000 Kowani secara konsisiten dan berlanjut serta berkesinambungan memberikan fasilitasi, mediasi serta mengantarkan UMKM untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitasnya dalam menjalankan perekonomian masyarakat agar dapat memberikan sumbangsih yang nyata dalam menggerakkan perekonomian bangsa guna menopang dan mewujudkan ketahanan ekonomi bangsa,” tegasnya.

Dikatakan, kegiatan Kowani Fair Online yang diikuti 525 UMKM ini dimeriahkan dengan berbagai acara. Ada lomba makeup (2/9/2020), lomba merangkai bunga merah putih (3/9/2020), dan lomba story telling dengan judul UMKM di Masa Pandemi (4/9/2020). Ada juga fashion show, tutorial, kelas memasak yang ke semuanya dilakukan secara virtual.

“Dalam Kowani Fair 2020 ini, kita juga mengadakan lelang kerjasama dengan Iwapi. Hasil lelang ini akan diberikan untuk membantu para UMKM perempuan yang terpuruk akibat pandemi Covid-19,” tambahnya. (tety)

Leave a Comment