19/04/2026
AktualKesraNasional

Meningkatkan Kualitas Kesehatan Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Pandemi Covid-19

JAKARTA (Pos Sore) — Perlindungan bagi anak-anak terhadap Covid-19 yang lebih komprehensif harus segera diwujudkan. Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dari data yang dihimpun pada periode 17 Maret 2020 hingga 20 Juli 2020, jumlah kasus infeksi terkonfirmasi Covid-19 pada anak adalah sebanyak 2.712 kasus.

Kesehatan fisik anak, baik melalui pemenuhan gizi anak dan imunisasi dasar, serta kesehatan mental anak merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam menghadapi masa adaptasi kebiasaan baru masa pandemi Covid-19.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, mengatakan, ada beberapa isu kesehatan anak pada masa pandemi Covid-19. Pertama, isu kesehatan fisik anak, hal ini terkait bagaimana ketahanan ekonomi keluarga yang berpengaruh pada pemenuhan gizi bagi anak. Kedua, isu kesehatan mental anak, hal ini terkait dengan penyesuaian diri anak dalam menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Kondisi ini dapat menyebabkan anak merasa kesepian, tertekan, dan kebingungan. Karenanya, dibutuhkan pendampingan secara mental dan emosional secara langsung,” tuturnya, di Jakarta, Sabtu (25/7/2020)

Menteri menyampaikan hal itu saat berbicara dalam Webinar Meningkatkan Kualitas Kesehatan Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Pandemi Covid-19 yang diadakan Pita Putih Indonesia (PPI) Tingkat Pusat bekerjasama dengan Pita Putih Indonesia Provinsi Jawa Timur bersama dengan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dan Asosiasi Pusat Studi Wanita/Gender dan Anak Indonesia (ASWGI).

Dikatakan, berbagai upaya telah, sedang dan akan terus dilakukan Kemen PPPA, terutama untuk mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak selama masa pandemi Covid-19 dan adaptasi kebiasaan baru. Di antaranya menginisiasi Gerakan Bersama Jaga Keluarga Kita (BERJARAK), menerbitkan berbagai protokol kesehatan bagi anak.

Selain itu, melakukan pendampingan terhadap kasus Covid-19 pada anak-anak rentan, pembuatan dan penyebarluasan materi KIE yang ramah anak di berbagai media terkait isu-isu anak dan pengasuhan keluarga, pemberian paket pemenuhan kebutuhan spesifik anak, dan Layanan Psikologi Sehat Jiwa (SEJIWA).

Sebagai bagian dari rangkaian Hari Anak Nasional 2020, Menteri Bintang juga mendengarkan langsung audiensi dari perwakilan anak-anak di seluruh Indonesia, di antaranya audiensi Pandemi Covid-19 dari Mata Anak Indonesia dan proses penyusunan Suara Anak Indonesia 2020.

Ketua Umum Pita Putih Indonesia Giwo Rubianto Wiyogo, menegaskan, Hari Anak Nasional yang diperingati di tengah pandemi Covid-19 harus menjadi momentum meningkatkan kepedulian semua pilar bangsa Indonesia, baik itu orang tua, keluarga, masyarakat, para stakeholder dan pemerintah terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak.

“Peringatan Hari Anak Nasional momen kepedulian bangsa atas perlindungan anak agar tumbuh dan berkembang secara optimal, dengan mendorong keluarga menjadi lembaga pertama dan utama dalam memberikan perlindungan kepada anak,” kata Giwo yang juga Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia.

Dikatakan, anak merupakan aset bangsa, dan benih harapan untuk masa depan. Karena itu, penting untuk dibina dan diberikan perlindungan serta diperhatikan kesehatannya. Diakui menjaga anak dari ancaman dan penyakit bukanlah pekerjaan yang mudah. Karenanya, pemangku kepentingan, pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama, saling bahu membahu untuk menjalankan pekerjaan tersebut.

Senada dengan Menteri Bintang, Dokter Spesialis Anak, Damayanti Rusli mengatakan, pemberian asupan makanan bergizi pada tubuh, terutama bagi anak sangat penting dalam membentuk daya tahan tubuh mereka untuk mencegah virus masuk ke dalam tubuh.

Dikatakan, semua asupan makanan bergizi yang kita konsumsi akan membentuk sel-sel kekebalan tubuh. Zat yang membentuk sel kekebalan tubuh adalah protein, karbohidrat, dan lemak. Sementara itu, vitamin dan mineral berfungsi untuk mengkatalis reaksi pergantian sel-sel tubuh.

“Ketika kita memiliki daya tahan tubuh yang bagus, tubuh kita akan mengenali virus yang akan masuk ke dalam tubuh dan menyingkirkan virus tersebut. Tapi, jika kita mengalami malnutrisi atau gizi buruk, dan akhirnya memiliki daya tahan tubuh yang kurang bagus, maka tubuh kita tidak mengenali virus yang akan masuk ke dalam tubuh kita, sehingga virus akan masuk dan bebas berkembang biak di dalam tubuh kita,” ungkap Damayanti.

Selain pemenuhan asupan makanan bergizi, imunisasi dasar pada anak sangat penting bagi kesehatan dan keberlangsungan tumbuh kembang anak. Namun berdasarkan survei Kementerian Kesehatan pada Juni 2020 hampir 80 persen pelayanan Puskesmas dalam bentuk Posyandu terhenti dalam sepekan terakhir, mayoritas alasannya adalah kekhawatiran komunitas terhadap Covid-19. (tety)

Leave a Comment