JAKARTA (Pos Sore) — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan perlu pendekatan induktif untuk memulihkan sektor usaha dan ekonomi secara umum di Jakarta.
Menurut Anies, gagasan dan terobosan dari kalangan dunia usaha bisa mempercepat upaya pemulihan ekonomi Jakarta di saat negara masih menghadapi pandemi Covid 19.
Gagasan dan terobosan itu dikatakan Anies menjadi langkah penting bagaimana Usaha Mikro, kecil dan Menengah (UMKM) bisa kembali bergeliat setelah beberapa bulan terakhir terganggu karena covid.
Mengapa demikian? Karena krisis yang dialami bangsa saat ini berbeda dari krisis moneter tahun 1997-1998 lalu dimana UMKM menjadi penolong ekonomi nasional. Covid 19 memukul semua usaha termasuk UMKM yang terdampak paling besar.
Terkait dengan pemulihan ekonomi, lanjut Anies, perlu banyak terobosan yang dibutuhan.dari pelaku usaha. Pasalnya, situasi krisis yang dihadapi saat ini agak berbeda dari krisis 23 tahun lalu ketika sektor mikro kecil justru sebagai penopang, sementara sektor modern dan besar terdampak.
“Namun sekarang sektor mikro terdampak begitu besar. Tantangan kita pada saat ini bagaimana kita bisa memberikan paket-paket kebijakan termasuk akses kepada fasilitas kegiatan usaha mulai dari fasilitas kredit sampai pasar yang membuat mereka tumbuh berkembang. ini pendekatannya lebih induktif. Jadi melihat apa yang menjadi kebutuhan, itu yang disiapkan,” ujar Anies dalam diskusi virtual bertajuk Optimalisasi Kredit Usaha Mikro untuk Pemulihan Ekonomi Jakarta, Rabu (22/7/2020).
Anies meyakini semua bisa dilakukan dan Pemprov DKI menyiapkan regulasinya. “Terobosan bisa dilakukan dan kita siapkan aspek regulasinya, kami sendiri lebih proaktif untuk jangkau ekonomi mikro, mulai dari pemberian perizinan yang sifatnya jemput bola daripada menunggu mereka datang. Ini akan sangat membantu akses kredit bagi usaha mikro”
Namun Anies menyebut semua itu tak akan memadai jika pemerintah dan pelaku usaha itu sendiri tidak memperhatikan kebutuhan lain. Ia mengajak semua pihak memberi masukan dan memikirkan untuk jangka menengah. “Kita harus memikirkan jangka menengah karena jika jangka pendek semua mengalami kontraksi. Situasi global sedang sulit saat ini,” kata Anies.
Sementara itu Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Sarman Simanjorang menyebut pemulihan ekonomi Jakarta hanya akan optimal terwujud jika semua pihak memastikan bahwa penyebaran covid ini akan mengalami penurunan dna terkendali.
“Selain itu harus ada kebijakan yang probisnis untuk dunia usaha. Kita berharap kepada Pemprov DKI untuk mengevaluasi kebijakan-kebijakan dibidang ekonomi seperti Perda tentang Zonasi Usaha, relaksasi aturan dan penyaluran kredit, dispensasi pajak terutama pada pajak hotel, restoran, kafe misalnya,” jelas Sarman.
Evaluasi dan kemudahan lainnya, lanjut Sarman, seperti adanya penundaan cicilan pokok, cicilan bunga kredit untuk usaha mikro benar-benar terealisasi di lapangan jadi tak sebatas kebijakan perbankan saja. “Perpanjangan tenor untuk kredit usaha mikro harus nyata di lapangan yang secara psikologis bisa meningkatkan semangat mereka.”
Selain itu untuk kebijakan investasi yang sudah baik dilakukan Pemprov DKI juga harus diiringi dengan kepastian makin kondusifnya kota Jakarta. “Jadi kita juga berharap tak ada demo-demo karyawan menuntut karena ini berpengaruh pada investasi.”
Sarman juga meminta Pemprov DKI mengubah bantuan sosial bagi warga terdampak covid. Dari penyaluran bahan pangan menjadi bantuan uang tunai. “Besar harapan kami bantuan sosial sembako itu bisa diganti dengan uang tunai. Supaya masyarakat kita ini bisa langsung belanja sendiri kebutuhannya agar ada pergerakan konsumsi rumah tangga. Nah ini evaluasi yang juga perlu dilakukan Pemprov DKI,” jelas Sarman. (fenty)
