11.4 C
New York
29/04/2026
AktualEkonomi

Politisi PKS Ingatkan Posisi Anggaran Negara sebagai Instrumen Penting Sejahterakan Rakyat

JAKARTA (Pos Sore) — Anis Byarwati anggota komisi XI DRP RI dari Fraksi PKS mengingatkan pemerintah bahwa tata kelola anggaran yang baik akan menentukan arah kebijakan dan sejauh mana bisa mencapai tujuan bernegara. Karenanya, anggaran memiliki peran utama atau instrument penting untuk menyejahterakan rakyat.

“Sebelum kita membahas tentang redesain anggaran, kita tempatkan dulu bahwa peran anggaran sebagai instrumen utama dalam mensejahterakan rakyat,” katanya saat rapat kerja komisi XI DPR RI dengan Menteri Keuangan dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dengan pokok bahasan Reformasi Penganggaran dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (RAPBN) 2021, Selasa (23/6/2020).

Anis melanjutkan, dalam reformasi anggaran yang dilakukan saat ini, pemerintah menggunakan konsep Zero-Based Budgeting, yaitu perencanaan anggaran tiap tahunnya harus memulai dari awal (zero basis) tanpa mengacu pada rencana kegiatan atau hasil kegiatan di periode sebelumnya (incremental basis). Termasuk dalam kerangka zero based budgeting adalah basic spending yaitu adanya standar harga dan kegiatan sebagai upaya efisiensi birokrasi.

Kerangka lain adalah Performance Based Budgeting yaitu komite penilaian memiliki indikator baku untuk penilaian agar alokasi kebutuhan, sesuai prioritas dan sinkron antara kementerian/lembaga dan sinkron pula antara pusat dan daerah. Dan proses pelaksanaan anggarannya menggunakan Result Based Execution, yaitu pelaksanaan anggaran berbasis hasil yang dicapai.

Hal lain yang termasuk dalam kerangka zero based budgeting adalah Anticipatory Spending, yaitu belanja yang disiapkan sebagai buffer untuk menghadapi berbagai risiko gejolak seperti resesi ekonomi, bencana alam, serta penyebaran wabah penyakit. Mekanisme pelaksanaan Anticipatory Spending harus dibuat dengan menyesuaikan berbagai risiko tersebut.

“Kerangka yang digunakan dalam penganggaran ini sudah cukup baik. Pengalokasian yang cukup menarik tetapi harus jelas, konsisten, profesional, dan proporsional. Pemerintah juga perlu menjelaskan plus dan minus penggunaan konsep Zero Based Budgeting ini,” tegasnya.

Politisi dari daerah pemilihan Jakarta Timur ini juga memberikan catatan kritis lainnya. Anis menekankan reformasi sistem penganggaran harus mampu mendorong agar belanja lebih efisien namun tetap produktif, fokus pada program prioritas, tetap berorientasi pada hasil, dan selalu antisipatif terhadap ketidakpastian. Ia juga mengingatkan roadmap yang jelas dan terukur menjadi salah satu kunci keberhasilan setiap program.

Antisipatory anggaran menjadi catatan lain yang diberikan Anis. Berkaca pada kejadian pandemic covid-19 yang tidak terduga, pemerintah diminta untuk memperkuat anggaran antisipatory sebagai bentuk langkah antisipasi dan mitigasi akibat dampak yang timbul dari peristiwa yang tidak diperkirakan terjadi sebelumnya.

“Supaya pemerintah sudah siap menghadapi dampak resiko perekonomian yang ditimbulkan dari sebuah peristiwa seperti adanya krisis global, bencana alam atau wabah agar lebih cepat penanganannya dan sebagai antisipasi dampak turunannya,” ungkapnya.

Sebagai penutup, politisi senior PKS ini mengingatkan bagaimanapun anggaran disusun dengan baik, semua tetap terpulang kepada sumberdaya manusianya. “Para perencana dan pengelola anggaran harus menjaga integritas dan akuntabilitasnya. Tetap mengedepankan amanah dan istiqomah dalam mengedepankan kepentingan rakyat.” (tety)

Leave a Comment