18/04/2026
Opini

Kecerdasan dan Kecermatan Harus Digunakan Saat Pemilu

PESTA DEMOKRASI atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pemilu Legislatif tinggal beberapa hari akan berlangsung serempak di seluruh belahan tanah air Republik Indonesia tercinta. Pesta rakyat yang digelar setiap lima tahun sekali itu sekaligus akan menghantarkan bangsa Indonesia kepada pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Hal ini tentunya sangat menentukan melalui pilihan seluruh rakyat Indonesia dalam rangka kelangsungan hidup bernegara dan berbangsa.

Bebas, jujur dan adil menjadi pilar utama dari pemilihan anggota legislatif maupun pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Tidak bisa disangkal bahwa di era reformasi ini antusiasme masyarakat sangat terlihat sebagai bagian pembelajaran berpolitik dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk menentukan nasib bangsa lima tahun ke depan .

Pada pemilihan umum legislatif untuk memilih para wakil rakyat yang akan duduk di DPR, DPD, DPRD Propvinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, selama lima tahun ke depan sangat dibutuhkan kecerdasan dan ketelitian para pemilih untuk menentukan pilihan. Bangsa Indonesia yang termasuk dalam kategori pemilih hendaknya dapat melihat para calon legislator yang merupakan kader dari partai-partai politik sehingga cita-cita kehidupan bernegara dapat tercapai melalui para legislator yang terpilih.

Demikian juga dalam pemilihan Presiden dan Wakilnya, setiap insan Indonesia yang memiliki hak memilih hendaknya mampu mencermati dan melihat siapa yang dipilih dan siapa mampu memimpin bangsa ini ke depan dari sudut pandang wawasan kebangsaan, meskipun sekarang sudut pandang ini tidak lagi menjadi persyaratan mutlak yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Untuk itulah setiap pemilih harus cerdas melihat bakal pemimpin yang akan dipilih. Sebab cita-cita luhur bangsa dan negara ini tidak akan dapat terwujud apabila pemimpin yang dipilih tidak memahami tentang wawasan kebangsaan.

Pemimpin harus dapat memahami ideologi pancasila sebagai salah satu persyaratan yang mestinya ditumbuh kembangkan dalam memimpin negeri ini.

Ideologi Pancasila harus dijadikan sebagai landasan berpikir dan menjadikan nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang di daerah-daerah menjadi sistem nasional yang mampu memotivasi setiap orang dan kelompok masyarakat yang diimplementasikan oleh setiap linier bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Akankah cita-cita nasional dari Negara kesatuan Republik Indonesia dapat tercapai dan terwujud dari para legislator yang saat ini akan dipilih untuk duduk di parlemen selama 5 tahun ke depan? Jawabannya tergantung bagaimana pemilih menggunakan hak suaranya, dan para calon legislator mampu memahami cita-cita nasional dan harus dilekatkan di benaknya masing-masing tentang tujuan hidup berbangsa dan bernegara.

Adapun cita-cita nasional tersebut adalah kehidupan berbangsa yang merdeka dan bebas, bersatu dan berdaulat serta adil dan makmur dengan berlandaskan pada tujuan negara yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Pada kondisi masa lalu, implementasi pancasila belum optimal sehingga pencapaian tujuan dan cita-cita nasional tidak optimal karena dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk kepentingan tertentu serta munculnya resistensi terhadap pancasila oleh kelompok tertentu .Harapannya kedepan kepada para calon legislator yang akan duduk di parlemen nantinya akan dapat membentuk lembaga khusus untuk mengkaji nilai-nilai pancasila sebagai ideologi negara .
Semoga para calon legislator serta calon presiden dan wakil presiden untuk periode 2014-2019 bisa memahami dan menumbuhkembangkan Konsensus dasar bangsa yang terdiri dari nilai-nilai ketuhanan, nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai persatuan, nilai-nilai kerakyatan, nilai-nilai demokrasi, nilai-nilai pluralism/ kulturalisme dan nilai-nilai patriotisme , sehingga kehidupan berbangsa dan bernegara serta tujuan dan cita-cita nasional dapat terwujud. Termasuk di dalamnya nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari NKRI yakni nilai kesatuan Wilayah dan nilai persatuan bangsa serta nilai kemandirian.

Nilai satu kesatuan wilayah mengandung arti bahwa setiap warga Negara Indonesia berhak hidup di bumi Indonesia tanpa memandang etnis, agama dan golongan. Setiap warga Negara memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk membela wilayah Indonesia sebagai ruang hidup dan sumber kehidupan demi kelangsungan hidup bangsa serta integrasi nasional merupakan kekuatan bangsa dan bernegara serta kehidupan multi kulturalisme. Juga pluralisme sebagai wujud penghormatan sesama bangsa Indonesia yang memiliki daya saing tinggi dan meruapakan prasyarat bagi terselenggaranya kemandirian dalam kehidupan nasional. Kemandirian merupakan kekuatan bangsa dalam menghadapi pergaulan dunia.

Untuk itu marilah sesama anak bangsa untuk turut serta dan berpartisipasi penuh pada pesta demokrasi 9 April 2014 yang sudah di depan mata sehingga dapat mewujudkan secara bersama-sama cita-cita nasional dari bangsa dan Negara Republik Indonesia yang sama-sama kita cintai. Kecerdasan dan Kecermatan sangat dibutuhkan juga ketelitian dari kita semua untuk menentukan nasib bangsa dan Negara ini untuk lima tahun ke depan.

Oleh : Capt. Akbar Yahya Yogerasi, SE. M.Mar
Lulusan terbaik Lemhanas Angkatan V 2014 Untuk Partai Politik

1 comment

Leave a Comment