BOGOR (Pos Sore) — Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak para penggemar burung atau kicau mania untuk berkoperasi. Ia beralasan perputaran uang dalam bisnis burung berkicau mencapai Rp1,7 triliun dalam setahun.
Karenanya, pembentukan Koperasi Komunitas Kicau Indonesia yang akan mewadahi para penggemar burung kicau di tanah air sangat didukungnya. “Saya mendukung pembentukan Koperasi Komunitas Kicau Indonesia,” kata Teten.
Menurutnya, dengan berkoperasi bisa menjadi landasan pengembangan bisnis kicau mania di Indonesia. Terlebih Presiden Jokowi pernah menyebutkan ada Rp1,7 triliun dari perdagangan atau uang yang beredar di bisnis burung berkicau mulai dari budidaya, ternak, sangkar, pakan burung, sampai ke obat-obatan.
“Karena akan diternakkan, dibreeding tinggal bicara dengan Kementerian LHK enggak boleh takut dengan para kicau mania ini. Ada beberapa jenis burung yang punya nilai ekonomi karena sering masuk di dalam kontes dan itu pasti tidak akan punah karena itu akan diternakkan, akan dibudidayakan,” katanya.
Menkop mengemukakan hal itu saat hadir dalam acara Festival dan Kompetisi Burung Berkicau Piala Menkop I di Bogor, Minggu (16/2/2020). Dalam kesempatan itu, diresmikan pula Koperasi Komunitas Kicau Indonesia, serta membuka Festival dan Kompetisi Burung Berkicau Piala Menkop I.

Ratusan penggemar burung berkicau hadir dalam acara kontes burung berkicau tersebut. Mereka mengikuti acara kontes burung dari berbagai jenis mulai dari murai batu, anis merah, kacer, cucak hijau, dan lain-lain.
Bagi Teten, kicau mania bukan sekadar hobi melainkan upaya untuk bisa melestarikan burung. Ketika burung itu punya nilai ekonomi maka ia yakin burung-burung tersebut tidak akan punah. Mengutip data pada 2019, Teten menyebutkan di Indonesia ada sekitar 1.794 jenis burung yang harus terus dijaga kelestariannya.
Di negara lain, di India misalnya, para pecinta burung sudah berhasil menernakkan burung merak biru sehingga bisa diperjual belikan secara internasional.
“Di kita belum, ke depan mestinya Kementerian LHK bisa memberikan kepada koperasi hak untuk menernakkan binatang langka supaya tidak punah, paling tidak para hobiis tidak lagi berburu di hutan tapi hasil ternak,” katanya yang dalam kesempatan itu menandatangani prasasti.
Kicau mania juga menurut Teten, suatu peluang usaha. “Jadi ini kegiatan yang sangat besar manfaatnya karena itu sekali lagi kita semarakkan terus dan ini jangan lupa kebanyakan pelaku kicau mania ini sektor informal, jadi ide untuk membuat koperasi kicau Indonesia sangat tepat,” katanya.
Pada kesempatan itu, diperebutkan Piala Menkop I mengingat Teten sendiri merupakan seorang penggemar bahkan peternak burung kicauan berjenis murai. Piala Menkop I diberikan untuk beberapa kategori pemenang kontes burung berkicau.
Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum Bonafide Indonesia Community (BIC) Lukmanul Hakim, Dirut LPDB KUMKM Braman Setyo, Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Agus Santoso, dan Asisten Deputi Urusan Perikanan dan Peternakan Kementerian Koperasi dan UKM Budi Mustopo. (tety)
