11 C
New York
04/05/2026
Aktual

Buku “Habibie & Soeharto”, Andi Makmur Makka: Saya Ingin Meluruskan Asumsi yang Keliru

JAKARTA (Pos Sore) — Untuk ke sekian kali, Andi Makmur Makka menulis buku tentang Burhanuddin Jusuf Habibie, Presiden ke-3 RI yang juga kawan karibnya. Buku yang diterbitkan oleh penerbit Imania ini berjudul “Habibie & Soeharto”. Dua sosok yang amat berpengaruh. Tidak saja di Indonesia tetapi juga di dunia. Entah ini menjadi buku yang ke berapa yang ditulis olehnya.

Dalam sambutannya Andi mengatakan, buku ini ditulisnya untuk menggambarkan kedekatan antara Habibie dan Soeharto. Itu sebabnya, cover buku ini memperlihatkan Habibie membonceng Soeharto menaiki motor gede, yang menggambarkan kedekatan dua tokoh bangsa itu.

Andi mengatakan, buku ini dibuat untuk mengklarifikasi beberapa isu tidak masuk akal terkait kepemimpinan Presiden Habibie dan Presiden Soeharto. “Bisa dibilang buku ini bukan produk akademik, tapi ini adalah karya jurnalistik,” kata Andi di The Habibie Center, Kemang, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Salah satu isu yang diklarifikasi secara tidak langsung adalah mengenai Habibie yang minta dipilih menjadi wakil presiden oleh Soeharto. Isu pemilihan Wakil Presiden ini bahkan sampai melibatkan kanselir Jerman. Padahal tidak demikian adanya.

Ia juga membantah Habibie bukan titipan Soeharto untuk melanjutkan posisi RI 1. Yang benar adalah Habibie ingin beristirahat dan tidak akan masuk lagi jadi bagian pemerintahan Soeharto setelah tugasnya sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi selesai.

“Buku ini akan membantah asumsi-asumsi atau pandangan seperti itu. Saya ini selalu kepingin meluruskan beberapa opini-opini persepsi yang masih keliru,” ujarnya seraya menyebutkan buku setebal 193 halaman ini dibuat selama lebih kurang dua bulan.

Sekretaris Dewan Penguruan The Habibie Center itu menekankan buku karyanya itu bukan berarti membantah beberapa opini yang beredar di masyarakat. Tetapi, ia hanya menyajikan fakta-fakta konkret yang didapatnya dari beberapa nara sumber utamanya.

“Memang tidak saya bantah otomatis di sini opini-opini seperti itu. Tapi dengan buku ini akan membantah dengan sendirinya,” tambah Andi Makmur Makka, pria asal Parepare, Sulawesi Selatan itu, yang meraih rekor MURI sebagai penulis buku paling produktif.

“Yang hendak ditampilkan di sini, sebagaimana dogma dan doktrin jurnalisme, kita harus seimbang, fair menyajikan,” katanya lagi yang mengaku belum pernah wawancara secara eksklusif dengan Soeharto, Presiden ke-2 RI, sementara dengan BJ Habibie sering bahkan yang ada dirinya yang diwawancarai.

Ia pun berharap apa yang sudah ditulisnya ini dapat bermanfaat bagi masyarakat luas secara umum. Terutama meluruskan isu-isu miring dari kedua tokoh itu, yang belum diketahui fakta-faktanya. “Beberapa hal yang perlu diketahui juga bahwa dalam buku ini, seperti dalam sejarah, kita harus melihat waktu, ruang peristiwa dan aktornya.”

Menteri Agama era Presiden Habibie, Abdul Malik Fadjar, yang hadir dalam kesempatan itu menilai buku ini sama dengan fakta-fakta sejarah tentang Habibie dan Soeharto. Isi buku ini bagaikan ucapan-ucapan Habibie selama hidupnya. “Ini penuturan lisan Pak Habibie selama saya banyak bertemu beliau. Menuturkan apa yang ada di buku ini,” ujar Malik. (tety)

Leave a Comment