02/05/2026
Aktual

Tiga Strategi Nasional Menkop UKM Tingkatkan Kemajuan KUMKM

JAKARTA (Pos Sore) — Tahun baru belum lama berganti, namun Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki sudah siap-siap saja “berlari” agar sesuai target dan harapan hingga lima tahun ke depan. Sang menteri pun sudah merancang sedemikian rupa strategi yang dapat meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan para pelaku KUMKM.

Ada tiga strategi rencana kerja tahun 2020 yang sudah dirancangnya yang dinilainya sejalan dengan visi misi Presiden Joko Widodo yang menginginkan sektor UKM sebagai buffer perekonomian. Ini penting dilakukan agar dapat meningkatkan nilai konsumsi produk UKM.

Setelah mengkonsolidasi seluruh jajaran internal, termasuk Badan Layanan Umum (Smesco dan LPDB), juga seluruh masukan dari dari pelaku koperasi dan UMKM, perbankan, pemerintah daerah, akademisi, swasta sampai dengan media, maka tersusunlah tiga pilar strategi nasional Kementerian Koperasi dan UKM.

Adapun strategi nasional yang dimaksud, yaitu pertama, meningkatkan kapasitas dan kompetensi UKM. Yang kedua, membangun lembaga keuangan yang aman bagi UKM, dan ketiga, koordinasi lintas sektor. Melalui tiga pilar strategi tersebut disusun enam program strategis.

Enam program strategis yang dimaksud yaitu perluasan akses pasar, meningkatkan daya saing produk dan jasa, pengembangan kapasitas dan manajemen SDM usaha, akselerasi pembiayaan dan investasi, kemudahan dan kesempatan berusaha, serta koordinasi lintas sektor.

“Kita siap lari sesuai visi misi Presiden, di mana kita masih ada pengisian sumber daya sehingga kita bisa berjalan. Saat ekonomi kita sedang lesu koperasi dan UKM menjadi andalan dan memang dari waktu ke waktu UKM paling diandalkan,” jelas Teten, usai mengadakan pertemuan dengan para Pemred media massa, di Smesco, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Kementerian Koperasi dan UKM juga memastikan perlindungan bagi KUMKM untuk menjalankan kemudahan berusaha melalui penyusunan Omnibus Law. Saat ini sudah dibentuk tim kajian Omnibus Law untuk meninjau semua aturan agar memberikan perlindungan bagi KUMKM sejak mulai berusaha, deregulasi perijinan dan insetif bagi KUMKM.

“Kita akan menjaga jangan sampai KUMKM menghadapi persaingan yang tidak adil dalam pertarungan dengan usaha besar,” tandas menteri, yang juga didampingi Direktur LPDB-KUMKM Braman Setyo dan Direktur Smesco Indonesia Leonard Theosabrata.

Kemenkop UKM juga mengembangkan model-model kemitraan antara KUMKM dan usaha besar untuk produk unggulan di setiap daerah, antara lain udang, kopi, sapi perah, pisang, modest fashion, halal food, home decor, budidaya udang, indigenous product dan lainnya. Termasuk koperasi berbasis komunitas, seperti koperasi mahasiswa, koperasi pesantren dan lainnya.

Model kemitraan didukung dengan akses pembiayaan melalui KUR, skema kredit investasi di perbankan, pembiayaan non-bank, pembiayaan lintas K/L CSR BUMN. Target dalam waktu dekat membangun rumah produksi bersama di sentra industri kecil dan menengah yang melibatkan koperasi, swasta atau pemda. UMKM dapat memproduksi barang secara bersama dengan kualitas dan brand yang kuat.

Pada tahun ini, pengembangan produk KUMKM dilakukan di destinasi pariwisata khususnya di lima destinasi wisata super prioritas, yakni Kabupaten Manggarai Barat (Labuan Bajo), Kabupaten Lombok Tengah (Mandalika), Kabupaten Toba Samosir (Danau Toba), Kabupaten Magelang (Borobudur), Kabupaten Minahasa (Likupang) dengan membangun Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) berikut mengembangkan bisnis model yang berkelanjutan. (tety)

Leave a Comment