10.7 C
New York
04/05/2026
Aktual

Menkop UKM: Hadapi Tuntutan Jaman, Warung Tradisional Harus ‘Pintar’

JAKARTA (Pos Sore) — Tak hanya telepon saja di jaman sekarang yang harus pintar. Ketika bermunculan televisi pintar, warung tradisional sejatinya juga harus pintar mengikuti tren era digital. Jangan mau kalah dengan “kepintaran” retail modern jika tidak ingin tergilas.

Bagaimana warung tradisional bisa jadi pintar? Apakah harus rajin belajar seperti pepatah yang menyebutkan “rajin pangkal pintar”? Bisa jadi begitu. Pemilik warung tradisional memang harus rajin belajar bagaimana warungnya dikelola dengan sentuhan teknologi yang disesuaikan dengan tren dan tuntutan jaman.

“Warung tradisional menghadapi tantangan berat, bukan hanya tuntutan serba ada seperti ritel modern, namun warung juga harus mulai serba pintar. Untuk bisa pintar, warung harus dibangun konektivitasnya sehingga bisa masuk dalam supply chain, sehingga bisa mendapatkan perlakuan sama dalam pengadaan barang misalnya,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, usai membuka Festival Gerakan Warung Nasional (FGWN) yang diinisiasi oleh platform Tokopedia dan Warung Pintar, di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (14/12).

Menurut menkop, strategi ke arah tersebut Kemenkop UKM akan memperluas pasar UMKM melalui digitalisasi. “Memang tidak semua warung cocok dengan digitalisasi. Namun saya melihat banyak UMKM anak muda yang memiliki produk produk bagus bahkan potensial untuk ekspor, mereka ini akan kita dorong terus agar bisa go internasional,” kata Teten.

Selain memperkuat pasar dalam negeri, UMKM juga harus mampu meningkatlan kontribusinya untuk ekspor. Saat ini kontribusi UMKM untuk ekspor masih sekitar 14,5 persen, sedangkan China sudah 70 persen, Korea 59 persen, Jepang 55 persen dan Thailand 35 persen. “UMKM kita juga bisa seperti mereka, kita dorong UMKM untuk bisa go global,” tandasnya.

Menurut menteri, ada banyak komoditi unggulan yang bisa diekspor, tinggal bagaimana menghubungkannya dengan pasar/market. Kemenkop dan UKM juga siap membantu UMKM yang potensial ekspor, melalaui berbagai pembinaan pengemasan maupun branding yang melibatkan anak-anak muda kreatif.

Acara yang diikuti juragan warung pintar se-Jabodetabek itu juga dihadiri CEO Tokopedia William Tanuwijaya, CEO Warung Pintar Agung Hadinegoro, founder SAHARA Shamila Yahya, Presdir OVO Karaniya dan Bupati Banyuwangi Azwar Anas.

Warung dengan Sentuhan Digital
CEO Tokopedia, William Tanuwijaya mengatakan FGWN digelar untuk memajukan ekosistem warung, sekaligus mengakselerasi pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia.

“Kami berkomitmen menjembatani pelaku usaha tradisional, seperti pemilik warung, toko kelontong, dan usaha sejenis lainnya dengan teknologi untuk mempermudah mereka mengembangkan usaha di era digital,” ujarnya.

Melalui FGWN, William berharap seluruh profesi di Indonesia, salah satunya pemilik warung, dapat berevolusi menjadi perusahaan teknologi lewat ekosistem. “Sehingga mereka dapat selalu relevan dengan perubahan zaman dan terus berperan dalam pemerataan dan pertumbuhan ekonomi nasional,” tukasnya.

Sementara itu, CEO dan Co-Founder Warung Pintar, Agung Bezharie Hadinegoro mengatakan, pihaknya fokus mentransformasi dan membuka akses bagi para pemilik warung di era digital, agar dapat ikut bertumbuh untuk ekonomi masa depan.

“Lewat Festival Gerakan Warung Nasional, Warung Pintar ingin mendukung komitmen para juragan warung yang ingin bertumbuh tanpa batas menggunakan sistem teknologi yang mudah dipakai dan dipahami,” pungkasnya. (tety)

Leave a Comment