10.7 C
New York
04/05/2026
Aktual

Hari Ini Gebyar 10 Ribu Warung Sahara Semarakkan Lapangan Banteng

    (kiri ke kanan) Ketua Umum Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (INKOWAPI) Sharmila Yahya, CEO Sahara Farah Savira, dan Ketua bidang Fasilitasi Keuangan dan Perbankan INKOWAPI Fitriani Syarah, usai konferensi pers terkait acara Gebyar 10 Ribu Warung Sahara, di Jakarta, Jumat (13/12/2019).

.

JAKARTA (Pos Sore) — Sebanyak 10 ribu lebih Sahabat Usaha Rakyat (SAHARA) — komunitas warung khusus sembako, berkumpul di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/12/2019). Mereka bukan sekedar berkumpul melainkan juga ikut menyemarakkan “Gebyar 10 Ribu Warung Sahara”. Acara yang mengusung tema “Perkuatan Keagenan dan Permodalan”, ini bentuk pemberian apresiasi kepada para anggota SAHARA.

Acara gebyar yang juga dihadiri Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki bersama Ketua KADIN Indonesia, Rosan P. Roeslani, ini bertujuan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengapresiasi para pelaku warung Tanah Air yang telah berkontribusi selama puluhan tahun untuk perekonomian Indonesia.

Ketua Panitia CEO Sahara Farah Savira, memaparkan, dengan kegiatan ini diharapkan bisa menjadi ajang silahturahmi bagi warung-warung SAHARA yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan juga beberapa kota di jawa, seperti Brebes dan Rembang. “Ya saya bersyukur dalam waktu satu tahun terakhir, perkembangan komunitas SAHARA cukup siginifikan,” ujarnya.

Ia mengatakan, dengan komunitas Sahara yang sudah puluhan ribu, mendorong manajemen SAHARA membuat acara Gebyar 10 Ribu Warung Sahara, sebagai wujud apresiasi kepada warung-warung binaan, sekaligus ajang silaturahim, sehingga para pemilik warung-warung binaan SAHARA akan merasa SAHARA itu seperti rumah mereka sendiri.

Founder dari Komunitas SAHARA dan Ketua Umum Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (INKOWAPI) Sharmila Yahya, mengatakan, jika dikaitkan dengan  peringatan hari ibu yang jatuh pada setiap tanggal 22 Desember, maka penyelenggaraan acara Gebyar 10 Ribu Warung SAHARA adalah sangat relevan. Karena syarat utama sebuah warung bisa menjadi anggota SAHARA adalah pemilik warung tersebut harus perempuan.


(foto:wartaekonomi.co.id)

“Jadi niat saya  lewat komunitas SAHARA  adalah ingin lebih memberdayakan para perempuan pemilik warung agar usaha mereka akan lebih maju lagi. SAHARA memberikan pendampingan dalam banyak hal. Seperti pelatihan penerapan teknologi digital dan juga pengurusan bantuan permodalan,” ujar perempuan cantik yang aktif dalam berbagai organisasi bisnis itu.

Menurutnya, kehadiran warung-warung yang tersebar dari Sabang sampai Merauke menyimpan potensi perkembangan yang sangat besar, namun dampak dan nilai yang bisa dirasakan masyarakat cukup terbatas karena tantangan operasional dan logistik.

Menurut data dari Kementerian Koperasi dan UMKM tahun 2017 di Indonesia terdapat bisnis 61 juta unit bisnis mikro, sedangkan jumlah bisnis kecil menengah hanya 757 ribu unit. Hal ini menunjukan besarnya kesenjangan sekaligus potensi pemberdayaan bisnis mikro oleh berbagai pemangku kepentingan.

Meski terdapat kesenjangan, potensi pemberdayaan bisnis mikro tak boleh dianggap remeh. Karena berdasarkan hasil penelitian Nielsen tahun 2018, angka penjualan barang kebutuhan sehari-hari di ritel modern dan tradisional mencapai Rp 700 triliun, yang sebanyak 72 persen di antaranya berasal dari ritel tradisional seperti warung dan kios.

“Kami percaya tulang punggung perekonomian Indonesia terletak pada masyarakat akar rumput. Selama puluhan tahun terakhir, industri warung dan toko kelontong Indonesia seringkali terabaikan masyarakat maupun pemerintah, sehingga tersalip oleh modernisasi. Kami percaya dengan kegiatan ini akan menjadi titik balik kebangkitan warung Indonesia,” tambah Sharmila.

Di acara Gebyar 10 Ribu Warung SAHARA ini diberikan juga penghargaan sebagai bentuk apresiasi kepada para anggota SAHARA. Kategori penghargaan di antaranya warung dengan omzet terbanyak dan warung dengan kepesertaan bazaar tertingi.

Menurut Farah Savira, komunitas SAHARA memang selalu menyelenggarakan bazaar rutin setiap tiga bulan sekali. “Kami ingin memberikan penghargaan kepada  warung-warung binaan kami yang selama ini selalu mendukung program-program yang kami buat. Kami ingin memberikan penghargaan kepada mpok mpok.”

Di event ini juga ada pengundian doorprize untuk para undangan, dengan hadiah menarik. Mulai dari rice cooker, sepeda hingga televisi. “Jadi SAHARA juga menjadi strategic partner di acara festival Gerakan Warung Nasional. SAHARA sangat mendukung Gerakan Warung Nasional,” ujarnya. (tety)

Leave a Comment