10.7 C
New York
04/05/2026
Aktual

Institut STIAMI: Smart Green Economy Strategi Atasi Permasalahan Lingkungan Global

JAKARTA (Pos Sore) — Institut STIAMI menyelenggarakan seminar nasional bertema “Smart Green Economy”, Minggu (8/12/2019). Diangkatnya tema ini karena penerapan Smart Green Economy harus menjadi strategi mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Tema ini dipilih juga karena selaras dengan kepedulian Institut Stiami pada lingkungan, setelah sebelumnya kita mengkampanyekan “GEMAS” atau Gerakan Anti Sampah Plastik saat penerimaan mahasiswa baru,” tutur Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Institut Ilmu Sosial dan Manajemen (FISMA) STIAMI Dr Euis Komalawati, MSi, di Jakarta, Minggu (8/12/2019).

Secara spesifik, isu tema dalam seminar ini dikupas dalam sub tema: Green Technology for Bussiness Sector, Public and Tax Policy For Green Economy, Green Destination Tourism, Supply Chain For Sustainability, serta Corporate Social Responsibility Campaign for Sustainability.

Seminar ini menghadirkan narasumber Deputi Bidang Ekonomi BAPPENAS Bambang Prijambodo, Sekretaris Jenderal Perkumpulan Ahli Lingkungan Indonesia Dr. Lina Tri Mugi Astuti, SE, MM, Bernard Sihombing, (PT. SUCOFINDO) dan Puri Purwati, Corporate Secretary PT. Jakarta Industrial Estate Pulogadung.

Selain itu, juga menghadirkan para pemakalah yang telah mengirimkan karya tulisnya baik berupa hasil penelitian maupun hasil pemikirannya antara lain dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Universitas Atmajaya Jakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Kalbis Institut, Politeknik Keuangan Negara, peneliti dari Kementerian Keuangan dan para dosen Institut STIAMI.

Dalam seminar yang dimoderatori Dwi Agustina, S.IP, M.PA (dosen Institut Stiami), itu disampaikan bahwa perekonomian Indonesia terbesar di Asia Tenggara dan ke-16 secara global. Keberhasilan ekonomi memberikan konsekuensi terhadap kondisi lingkungan.

Ekspansi pertanian ke hutan dan lahan gambut, penggunaan sumberdaya alam yang berlebihan, dan polusi memberikan tekanan terhadap modal alam Indonesia: limbah padat, limbah elektronika, aktivitas ekonomi dan degradasi lingkungan, limbah plastik, serta permasalahan energi basis fosil.

Menurut Euis, penerapan Green Economy diperlukan untuk mengatasi permasalahan lingkungan global dan sebagai strategi mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, ketahananan sosial, ekonomi dan lingkungan.

Euis menuturkan, menurunnya laju perekonomian global, ditandai dengan kegagalan finansial global pada perekonomian global. Karenanya, diperlukan upaya untuk mengatasi permasalahan ekonomi yang memperhatikan lingkungan, yakni ekonomi yang lebih adaptif pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Menurutnya, penerapan pendekatan pertumbuhan ekonomi dengan Smart Green
Economy (SGE) dipandang dapat mengatasi permasalahan tersebut, mengingat tujuan utama SGE meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan. SGE memberikan sistem transportasi yang didukung oleh sumber energi lokal dan terbarukan, mengurangi jarak yang ditempuh melalui desain kota terintegrasi, menggerakkan orang secara efisien, tidak mencemari lingkungan dan aman. Misalnya, dengan membangun jaringan bersepeda yang dirancang dengan
baik.

Di sisi lain, perekonomian global masih mengalami pelemahan dan proses pemulihan ekonomi yang terjadi di beberapa kawasan masih rentan dan tidak merata. Kesejahteraan manusia untuk bertahan hidup bergantung pada kemampuan alam untuk menyediakan beberapa sumber daya dasar.

PBB mencatat saat ini ada 6 penyebab utama polusi udara global yang mengakibatkan pemanasan global dan akhirnya menjadikan krisis iklim yaitu aktivitas rumah tangga, industri, transportasi, pertanian, limbah dan penyebab lainnya.

“Permasalahan-permasalahan lingkungan global tersebut tentu memerlukan strategi untuk mengatasinya. Karena itu, penerapan Smart Green Economy merupakan strategi mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Negara perlu mengakui saling ketergantungan antara pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan hidup dan kemajuan sosial,” tandasnya.

Dari sejumlah pembicara diperoleh kesimpulan bahwa permasalahan-permasalahan lingkungan global saat ini memerlukan strategi untuk mengatasinya.  karena itu, menurut Kepala Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut STIAMI Resista Vikaliana, S.Si, MM, penerapan Smart Green Economy merupakan strategi mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Penerapan Smart Green Economy memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk aktivitas ekonomi dalam kondisi dan perkembangan global saat ini yang dihadapkan pada sustainable competitiveness. “Semua pemangku kepentingan/ stakeholders secara aktif mendukung penerapan smart green economy sesuai dengan perannya masing-masing,” tuturnya.

Beberapa rekomendasi seminar pun disampaikan. Bagi industri, disarankan dapat menerapkan ekosistem industri hijau berbasis lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Bagi Perguruan tinggi dituntut mampu mengarahkan paradigma lulusannya untuk memahami pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan. Dan, bagi setiap individu secara bersama-sama aktif mendukung Smart Green Economy sesuai peranannya masing. (tety)

Leave a Comment