01/02/2026
Aktual

PP IPTEK Adakan KRAN 2019, Tentukan 6 Pemenang “Terbang” ke Jepang Ikuti Kompetisi Roket Air Internasional

JAKARTA (Pos Sore) — Sebanyak 140 siswa berusia 12 – 16 tahun yang berasal dari 16 Kota/Kabupaten, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Jombang, Pontianak, Banjar Baru, Bandar Lampung, Palembang, Sawahlunto, dan Medan, tengah berkompetisi untuk mendapatkan “tiket” mengikuti kegiatan “International Water Rocket Competition” pada 22 – 25 November 2019 di Jepang.

Untuk mengikuti kompetisi di Jepang tersebut, para siswa harus mengikuti Kompetisi Roket Air Nasional (KRAN) yang diadakan Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada Sabtu, 28 September 2019 di gedung PP-IPTEK yang berlokasi dalam area Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Di sini, para peserta diberikan arahan mengenai ketentuan-ketentuan dalam KRAN 2019, di Ruang Marrie Currie Gedung PP-IPTEK, TMII, Jakarta. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan roket kompetisi sebanyak 2 buah.

Roket air terbuat dari bahan botol plastik berkaborasi dengan jumlah sebanyak 2 (dua) buah botol yang dirakit menjadi satu bagian badan (body) roket. Badan roket dilengkapi dengan sirip roket yang terbuat dari bahan infraboard atau sterofoam tebal yang dipotong dan dibentuk seperti sirip roket pesawat ulang alik. Desain sirip roket bentuknya dapat bermacam-macam tergantung dari kreativitas para peserta.

Hari berikutnya, pada Minggu, 29 September 2019, kompetisi peluncuran roket dilakukan di Lapangan Rotunda, Kampus Universitas Indonesia Depok. Sebelum kompetisi dimulai, para peserta diberikan kesempatan melakukan uji coba peluncuran roket air yang telah dibuat di hari pertama.

Kompetisi peluncuran roket air dilakukan sebanyak 2 sesi peluncuran. Roket air diluncurkan menuju zona/target sasaran yang jaraknya dari titik luncur sepanjang 80 meter. Penilaian terbaik diambil berdasarkan titik jatuh roket yang terdekat dengan target, baik dari peluncuran sesi 1 maupun sesi 2.

Penilaian dilakukan oleh juri dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Pusat Teknologi Roket LAPAN, dan PP-IPTEK, Kemenristekdikti, untuk menentukan siapa akhirnya yang berhak “terbang” ke Jepang. Enam pemenang KRAN 2019 berkesempatan untuk menjadi delegasi Indonesia dalam ajang International Water Rocket Competition yang diselenggarakan di Jepang. Kompetisi Roket Air Internasional ini diadakan Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) dalam kegiatan Asia Pacific Regional Space Agency Forum (APRSAF).

KRAN 2019 sendiri dibuka oleh Direktur PP-IPTEK, Kemenristekdikti M. Syachrial Annas. Ditemui di sela kegiatan, Syachrial mengatakan, peserta KRAN telah mengikuti Kompetisi Roket Air tingkat Regional (KRAR) yang diselenggarakan di berbagai daerah, yang pemenangnya kemudian mewakili daerah sebagai delegasi daerah dalam ajang KRAN.

Penyelenggaraan KRAR di daerah dilaksanakan oleh perwakilan Science Center/Pusat Sains atau lembaga lainnya di beberapa provinsi di Indonesia yang bekerja sama dengan PP-IPTEK Kemenristekdikti sebagai satu-satunya focal point Indonesia dalam menyelenggarakan Kompetisi Roket Air.

“Kompetisi roket air menjadi ajang adu kreatifitas di bidang teknologi kedirgantaraan, di mana roket air digunakan sebagai medianya. Dalam kompetisi ini, peserta akan adu keterampilan dalam mendesain, menghitung, dan meluncurkan roket air berdasarkan zona sasaran yang sudah ditentukan, dengan panjang lintasan yang mengacu pada aturan yang berlaku pada kompetisi tingkat internasional,” jelas Syachrial.

Kegiatan lainnya yang dilakukan bersamaan pada KRAN adalah workshop dengan judul Gali Potensi: Guru Juga Bisa Meroket yang dibawakan oleh Erudio Indonesia. Pelatihan ini dikhususkan bagi para guru pendamping peserta KRAN untuk menggali potensi guru dalam membuat roket air sebagai media pembelajaran sains di sekolah. Sebanyak 130 orang guru dan pendamping dari Science Center Daerah (SCD) mengikuti pelatihan ini.

Selain kompetisi, para peserta juga mengikuti kegiatan Run PP-IPTEK, yaitu kegiatan menjelajah galeri PP-IPTEK melalui berbagai alat peraga interaktif maupun program sains reguler PP-IPTEK, seperti Science Cinema dan Science Show. Di sini, para peserta dapat lebih mengenal Pusat Peragaan Iptek secara berkelompok berdasarkan masing-masing wilayah.

Indonesia pertama kali menyelenggarakan kompetisi roket air pada 2006, sekaligus PP-IPTEK menjadi tuan rumah Kompetisi Roket Air Internasional (KRAI) dengan acara bertajuk 2nd Water Rocket Fun International bekerja sama dengan JAXA dan LAPAN.

Syachrial menegaskan, PP-IPTEK sebagai science center pertama di Indonesia dan salah satu wahana pembelajaran iptek bagi masyarakat, khususnya generasi muda memiliki peran strategis dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia sesuai dengan visi dan misi negara.

Selain kegiatan roket air masih banyak lagi peragaan dan program sains yang disajikan oleh PP-IPTEK kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pengetahuan Iptek masyarakat. (tety)

Leave a Comment