20.9 C
New York
05/05/2026
Aktual

Cegah Kerugian Pelaku Usaha, ICC Indonesia Luncurkan Buku Incoterms 2020

    Dari kiri ke kanan: Mesagus Azhari, Co-Chairman Banking Comission ICC Indonesia, Lusiana Indomo, Direktur Eksekutif ICC Indonesia, Sugihono Kadarisman, Vice Chairman ICC Indonesia

JAKARTA (Pos Sore) — Internasional Chamber of Commerce (ICC) Komite Nasional Indonesia meluncurkan buku Incoterms 2020. Buku yang berisi set peraturan agar sukses dalam perdagangan internasional. Pelaku UMKM (usaha mikro, kecil menengah) yang mulai berbisnis internasional penting untuk membaca buku ini.

Peluncuran Incoterms 2020 mencerminkan karakter sistim perdagangan internasional yang selalu berubah. Perubahan yang dilakukan pada Incoterms 2020 mengikuti ‘best practices’ dalam perdagangan internasional untuk memastikan Incoterms 2020 sesuai dengan situasi perdagangan masa kini.

Vice Chairman ICC Indonesia, Sugihono Kadarisman, dalam peluncuran dan seminar Incoterms 2020, di Jakarta, Rabu (25/9), mengatakan, buku ini disusun karena ternyata pada tahun lalu terjadi kerugian hingga 900 juta dollar akibat ketidaktahuan aturan dalam perdagangan internasional.

“Dan, kerugian itu menimpa sektor UMKM yang mencoba peruntungan lewat bisnis ekpor-impor,” kata Sugihono, yang didampingi Direktur Eksekutif ICC Indonesia, Lusiana Indomo dan Co-Chairman Banking Comission, Mesagus Azhari.

Dalam kesempatan itu hadir pula anggota tim revisi Incoterms 2020 Emily O’Connor, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan Benny Soetrisno, Kepala Divisi Penelitian dan Asesmen International – Departemen International Bank Indonesia, Firman Hidayat, dan Kepala Pusat Pengkajian Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Nurlaila Nur Muhammad.

Sugihono menjelaskan, kerugian bisa terjadi, antara lain, karena salah faham soal istilah dalam perdagangan internasional. Misalkan, ongkos kirim dibebankan ke penjual atau pembeli. Barang saat masuk pelabuhan menjadi tanggung jawab siapa.

“Hal-hal semacam ini harus dipahami dulu sebelum melakukan perdagangan internasional.Jangan sampai ada beban biaya tersembunyi, sehingga bisnis jadi merugi,” tuturnya.

Incoterms sendiri pertamakali dikenalkan ICC pada 1936. Tujuannya untuk memfasilitasi kegiatan perdagangan internasional yang terkendala oleh perbedaan acuan yang digunakan untuk komersial dan yudisial dari masing-masing negara. Materi Incoterms direvisi mengikuti perubahan zaman.

“Sebelumnya Incoterms direvisi setiap 10 tahun sekali. Kini, Incoterms mengikuti karakter sistem perdagangan internasional yang selalu berubah. Set aturan dalam Incoterms 2020, dipastikan sesuai dengan situasi perdagangan saat ini,” katanya.

Ditambahkan, sejak diluncurkan Incoterm digunakan banyak perusahaan di dunia termasuk perusahaan multinasional, UMKM dan pelaku usaha perorangan. Di Indonesia, Incoterms digunakan pelaku bisnis dari korporasi, perbankan, pejabat pemerintahan dan tim ICC.

Buku Incoterms dibuat dalam dua bahasa (bilingual) yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Hal itu guna meningkatkan pemahaman para pengguna Incoterms 2020 di Indonesia agar menguntungkan usaha mereka.

“Translasi ini akan membuat harga buku Incoterms 2020 di Indonesia lebih kompetitif. Pada akhirnya Incoterms 2020 akan mendukung program pemerintah dalam meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global,” ucap Sugihono menandaskan.

Sebagai informasi, ICC merupakan organisasi bisnis terbesar di dunia karena mewakili lebih dari 45 juta perusahaan di lebih dari 100 negara. Misi utama ICC adalah mewadahi kegiatan usaha bagi semua perusahaan.

“Apa yang dilakukan ICC terbilang unik, karena melibatkan kegiatan advokasi, pemberian solusi dan penentuan standar, promosi perdagangan internasional, kegiatan usaha yang bertanggungjawab dengan pendekatan global terhadap peraturan-peraturan, serta menyediakan layanan penyelesaian sengketa yang terdepan,” ucapnya. 

Dalam kesempatan itu, juga diisi dengan Seminar Incoterm 2020 dengan fokus pada tinjauan menyeluruh mengenai Incoterms 2020 dan penjelasan mengenai perubahan dari Incoterms 2010. Juga mencakup presentasi tentang aturan yang diberlakukan bagi multimoda transport yang diatur di dalam Incoterms 2020.

Sebagai penutup seminar, acara ini diakhiri dengan studi kasus yang melibatkan para peserta seminar mengacu pada Incoterms 2020. (tety)

Leave a Comment