05/05/2026
Aktual

Munas VIII ASEPHI, Mendag: Tingkatkan Ekspor Handicraf Bernilai Tambah

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita membuka secara resmi Musyawarah Nasional ke-8 Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (29/7).

Dalam sambutannya, Enggartiasto meminta kepada anggota ASEPHI untuk meningkatkan ekspornya. Pemerintah, katanya, memberikan prioritas kepada kegiatan handycraft yang begitu banyak menyerap tenaga kerja UKM.

“Kalau melihat suatu daerah maka terlihat kerajinannya, begitu banyak dan beraneka ragam sehingga memberikan apresiasi dari dunia,” ujarnya.

Dikatakan, Presiden berulang kali menekankan agar ekspor kita ditingkatkan dan ekspor yang mempunyai nilai tambah. Jangan pernah kita tergantung kepada komoditi-komoditi tertentu.

“Kita baru saja merealisasikan lima perjanjian dagang internasional dari 12 perjanjian dagang yang ditargetkan rampung pada 2019-2020,” kata Enggar.

Enggar juga mengapresiasi ASEPHI untuk menyelenggarakan Munas ke delapan ini, kalau tidak maka organisasi ini akan berjalan di tempat.  Selain itu, ASEPHI telah sukses selenggarakan kegiatan tahunan seperti INACRAFT. 

Pihaknya juga meminta agar tidak hanya mengundangnya saat terselenggara acaranya saja melainkan seluruh jadwal kegiatan Inacraft agar bisa diberikan kepada atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).

Lebih jauh Enggar meminta agar ASEPHI agar badan pengurus daerah diperkuat. Berikan kesempatan kepada daerah untuk menyalurkan karya-karyanya. “Tadi saya juga mendengar bahwa Sulawesi Selatan belum ada perwakilannya dan  belum terbentuk BPD-nya.  Karena setiap antar daerah berbeda kekhasan masing-masing yang bisa dijual dan ditonjolkan,” tukasnya.

Sementara itu, Sekjen ASEPHI Baby Jurmawati Djuri mengakui ekspor produk Handycraft belum maksimal baru mencapai kurang lebih di bawah 5 persen. Tapi  menurutnya, jumlah tenaga kerja yang diserap sektor ini jauh mencapai ke bawah.

Melalui Munas ini juga ASEPHI bergegas lebih cepat seiring dengan perkembangan dunia yang dinamis menuju revolusi industri 4.0 atau era digital. Terlebih pemerintah saat ini menargetkan produk kerajinan meningkat hingga 9 persen pada 2019.

“Dan sepanjang 2018, pengapalan produk handycraft nasional mencapai 1,2 milyar dollar AS. Ekspor ditujukan ke 50 negara,” ungkapnya bahagia.

Angka ini naik empat kali lipat dibanding tahun 1999 yang sekitar 300 juga dollar AS . Negara tujuan utama ekspor, antara lain Amerika Serikat, Jepang, Belanda, dan Inggris.

Dalam kesempatan itu, ASEPHI juga memberikan penghargaan kepada Direktorat Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, serta Direktorat Jenderal Industri Kecil dan menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

Selain itu, PT Media Tama, PT Samudera Dian Praga, PT Bina Ripta Utama, Keluarga Alm. Soekartono, Keluarga Almarhum Sebastian Tanamas, Keluarga Alm Rudy Lengkong, mantan Ketua ASEPHI, Abdul Latif, dan Okke Hattarajasa. (tety)

Leave a Comment