06/05/2026
Aktual

Kemenkop UKM Gelar Sosialisasi Pembiayaan Wirausaha Pemula

BANDUNG (Pos Sore) — Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan menegaskan pihaknya akan terus menggelorakan sosialisasi terkait pembiayaan bagi wirausaha pemula di seluruh Indonesia. Terlebih Kemenkop banyak memiliki program bagus khususnya terkait skema pembiayaan bagi UMKM dan wirausaha pemula.

“Sayangnya, program strategis tersebut belum tersosialisasi dengan baik ke publik”, ucap Prof Rully saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertema “Wirausaha Pemula vs Pembiayaan,” hasil kerjasama Kemenkop dan UKM dengan Harian Pikiran Rakyat, di Kota Bandung, Jumat (24/5).

Untuk itu, Prof Rully mengajak seluruh komponen termasuk Gerakan Koperasi untuk intens mensosialisasikan adanya skim pembiayaan bagi UMKM dan wirausaha pemula. Tujuannya, agar pelaku UMKM dan wirausaha pemula dapat mengetahui sumber-sumber pembiayaan bagi pengembangan usahanya.

“Dengan derasnya sosialisasi pembiayaan, pelaku KUMKM akan menjadi kuat untuk bersaing. Ini juga menjadi bagian dari penguatan ekonomi rakyat. Tak salah juga bila Jabar menjadi Pilot Project karena Jabar merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” ujar Prof Rully.

Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM Yuana Sutyowati menambahkan, pemberdayaan UMKM tidak bisa dilakukan secara One Man Show, mengingat ada 23 kementerian dan lembaga di bawah koordinasi Menko Perekonomian yang melakukan program tersebut.

“Kita juga sudah bersinergi dengan kalangan akademisi, dimana sudah ada MoU dengan 59 perguruan tinggi di Indonesia,” kata Yuana.

Yuana menyebutkan, baru sekitar 19,94% UMKM di Indonesia yang mampu mengakses pembiayaan dari sektor perbankan. Artinya, masih banyak UMKM terlebih lagi wirausaha pemula (mikro) yang belum menikmati akses perbankan. “Ada banyak lembaga keuangan alternatif untuk membiayai UMKM dan wirausaha pemula, tidak hanya perbankan. Salah satunya adalah koperasi,” tegas Yuana.

Untuk tahun 2019, kata Yuana, pihaknya menargetkan sebanyak 2500 orang wirausaha pemula dengan total dana sebesar Rp30 miliar. “Masing-masing wirausaha pemula bisa mendapat bantuan permodalan hingga maksimal Rp12 juta,” imbuh Yuana.

Yuana juga mendorong pelaku UMKM untuk mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga sangat murah, yakni 7% pertahun. “Tahun 2019 ini kita menyiapkan dana subsidi bunga KUR sebesar Rp13,6 triliun. Saat ini, sudah ada tiga koperasi sebagai penyalur KUR, yaitu Kospin Jasa, Kopdit Obor Mas, dan KSP Guna Prima Dana,” jelas Yuana. (tety)

Leave a Comment