8.8 C
New York
25/04/2026
Kesra

Indonesia dan Belanda Memulai Kerjasama Program Riset

JAKARTA (Pos Sore) — Netherlands Organisation for Scientific Research (NWO) dan Kementerian Riset Teknologi
dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti) menyelenggarakan Seminar Umum dan Workshop dengan tajuk ‘Working Towards Resilient Societies’ pada 23-25 April 2019, di hotel Millenium, Jakarta.

Seminar ini merupakan kick off dari kerjasama pendanaan riset Indonesia
Belanda yang kegiatannya akan dimulai pada 2019 hingga 2026. Dihadiri oleh perwakilan dari Kedutaan Besar Belanda, NWO, Kemenristekdikti, dan tim interdisipliner dari komunitas ilmiah.

Dalam sambutannya Direktur Nuffic Neso Indonesia Peter van Tuijl, mengatakan
harapan agar aktifnya kegiatan riset dapat berdampak pada semakin
baiknya kualitas pendidikan.

Sementara itu, Dr. Cora Govers perwakilan dari NWO mengemukakan, dampak riset di masyarakat tidak dapat terjadi secara otomatis, peneliti harus melibatkan para pihak terkait sejak awal.

Pada Desember 2018, Netherlands Organisation for Scientific Research
(NWO) dan Kemenristekdikti memutuskan untuk mendanai enam proyek riset dalam Program Kerjasama Indonesia dan Belanda. Fokus dari proyek transdisipliner ini tertuju pada ketahanan pangan, pengelolaan air, dan supremasi hukum dalam kerangka masyarakat.

Hari pertama kegiatan workshop menitikberatkan kepada kegiatan
brainstorming yang diharapkan terciptanya diskusi dan kolaborasi dari para peserta.

Di hari kedua, proyek-proyek riset yang telah didiskusikan ditempatkan ke dalam konteks yang lebih luas yaitu kerjasama internasional antara Indonesia dan Belanda yang berfokus pada kestabilan rantai makanan, air sebagai ancaman dan kebutuhan hidup, dan pengembangan tata kelola yang inklusif.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan solusi beberapa persoalan
yang muncul di masyarakat. Pertanyaan – pertanyaan kompleks muncul dalam seminar. Di antaranya, bagaimana kita mengelola semua masalah ini secara berkelanjutan dan inklusif?

Bagaimana kita dapat membuat seorang individu, sistem, dan masyarakat lebih tangguh untuk menghadapi tantangan ini? Sistem, institusi, dan tindakan apa yang kita butuhkan untuk mendukung transformasi dan solusi yang diterapkan?

Proyek yang didanai di first call kerjasama program riset Indonesia dan Belanda adalah untuk memberikan solusi di bidang ketahanan pangan, pengelolaan air, dan supremasi hukum.

Kegiatan berbagi ilmu pengetahuan dan riset sangat penting untuk meningkatkan
dampak proyek penelitian serta memberikan solusi kepada para pihak yang terlibat dalam proses penyusunan kebijakan.

Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat – Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc, menambahkan, Kemenristekdikti terus mendorong penguatan riset dan pengembangan teknologi.

Salah satunya, kata dia, adalah kerjasama internasional yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas output penelitian dan penguatan kapasitas sumber daya manusia. Joint research ke depannya diharapkan lebih baik dari sisi penyelenggaraannya maupun target impact- nya. (tety)

Leave a Comment