17.7 C
New York
04/05/2026
Aktual

ANRI Luncurkan Naskah Sumber Arsip Pemilu 1955

JAKARTA (Pos Sore) — Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) mengadakan talk show bertema ‘Jejak Demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) 1955’ sekaligus meluncurkan naskah sumber arsip pemilu 1955.

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Arsip Nasional, Jakarta, Rabu (10/4), ini menjadi salah satu wujud partisipasi ANRI dalam memeriahkan pesta demokrasi yang akan diselenggarakan pada 17 April 2019.

Acara yang dibuka Kepala ANRI Mustari Irawan, dan dipandu oleh moderator Melati Novel, itu menghadirkan tiga orang narasumber. Yaitu Prof. Dr. R Siti Zuhro, MA yang mengulas Kilas Balik Pemilu 1955 dalam Sejarah Demokrasi Indonesia.

Selain itu, Asep Kambali yang membahas Nilai-nilai Ke-Indonesian dalam Pemilu 1955 dan Refleksi bagi Generasi Milenial, dan M. Taufik yang membicarakan mengenai Pelestarian dan Pemanfaatan Arsip Pemilu 1955 sebagai Memori Kolektif Bangsa.

Kepala ANRI menjelaskan, penerbitan naskah sumber arsip ini disusun oleh Direktorat Layanan dan Pemanfaatan ANRI. Tujuannya, untuk memudahkan publik mengakses atau memanfaatkan arsip yang disimpan di ANRI sesuai dengan tema-tema tertentu yang diterbitkan.

Mustari berharap melalui penerbitan naskah sumber ini, dapat memberikan pelajaran yang baik bagi semua komponen masyarakat dalam menambah wawasan pengetahuan dan pendidikan agar mereka tidak buta dengan politik.

“Pemilu 1955 ini juga jika kita lihat arsipnya, mengingatkan kepada asas berkesamaan yang saat ini tidak berlaku lagi. Pemilu 1955 juga menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi. Apa yang telah dilakukan oleh para pendahulu ini kita dapat memberikan pelajaran yang baik dalam berpolitik,” jelas Mustari.

Naskah sumber arsip Jejak Demokrasi Pemilu 1955 sendiri penulisaannya dilakukan seorang arsiparis ANRI, Mudanto Pamungkas. Menampilkan berbagai macam arsip tekstual dan foto yang penyajiannya disertai dengan uraian tentang konteks peristiwanya.

Adapun dalam proses penerbitannya, dilakukan penelusuran tentang arsip yang berkaitan dengan kehidupan politik dan tata pemerintahan di era Demokrasi Parlementer.

Arsip tersebut seluruhnya disimpan di ANRI yang terdapat dalam khazanah arsip Kabinet Presiden Republik Indonesia 1950 – 1959, Sekretariat Negara: Kabinet Perdana Menteri Jilid I & II, Kementerian Penerangan 1954 – 1956 dari berbagai daerah, Nahdlatul Ulama 1948 – 1979, serta berita Antara.

“Adapun tujuan dari penulisan naskah sumber arsip Jejak Demokrasi dalam Pemilu 1955 adalah menyampaikan kepada masyarakat mengenai khazanah arsip pemilu yang ada di ANRI, khususnya arsip yang berkaitan dengan Pemilu 1955,” tambah Mustari.

Dengan demikian, katanya, masyarakat pengguna arsip dapat lebih mudah mengakses tanpa perlu melakukan penelusuran arsip dalam waktu yang lama.

Senada dengan Kepala ANRI, Prof. Siti Zuhro juga menyatakan, dengan terbitnya naskah sumber arsip Jejak Demokrasi Pemilu 1955, menjadi salah satu medium pembelajaran yang baik bagi kita untuk mengetahui pesta demokrasi masa silam.

“Saya berharap semoga ANRI dapat menerbitkan karya monumental lain,” tambah Siti Zuhro yang kerap dimintai tanggapannya oleh media massa menyangkut hiruk pikuk politik di Indonesia

Sementara itu, penulisan naskah sumbernya berfokus pada memilih Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Konstituante (lembaga negara Indonesia yang ditugaskan untuk membentuk undang-undang dasar baru untuk menggantikan Undang-undang Dasar Sementara 1950).

Dalam naskah itu, dikemukakan juga mengenai proses pelaksanaan pemilu yang dimulai dari tahap persiapan antara lain kontestan, biaya penyelenggaraan, pendataan dan pendaftaran pemilih, pencetakan surat suara dan lain-lain hingga hasil perolehan suara untuk DPR dan Konstituante.

Selain itu, ada hal yang lain yang dikemukakan dalam penulisan naskah sumber ini, yaitu mengenai demokrasi, budaya politik, etika politik, dan pendidikan politik.

Bagi masyarakat yang ingin memperoleh naskah sumber arsip Jejak Demokrasi Pemilu 1955, dapat diunduh di link https://drive.google.com/open?id=1hJrGKSnNdsPtLoerAEmm7fwxpL76iPal
(tety)

Leave a Comment