
JAKARTA (Pos Sore) — Pascasarjana Institut STIAMI menyelenggarakan Seminar Nasional 2019 bertema “Membangun Profesionalitas ASN Dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik di Era Digital Industri 4.0”.
Seminar ini dihadiri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi Syafruddin. MenPAN RB pun berkesempatan memberikan orasi ilmiah kepada 400 peserta seminar yang sebagian besar mahasiswa Pascasarjana Institut STIAMI dan undangan lainnya.
MenPAN RB menekankan perlunya penguatan dan pembangunan ASN sebagai kunci yang membuka ruang perubahan bagi birokrasi profesional. “Negara yang lambat dan tidak mau berubah, maka negara tersebut akan tertinggal,” tegasnya, di Jakarta, Sabtu (26/1).
Sejalan dengan era digitalisasi dan Revolusi Industri 4.0 banyak negara telah menerapkan digitalisasi dalam pemerintahannya. Tujuannya untuk membangkitkan produktivitas dan efisiensi, serta menghidupkan akuntabilitas mesin kelembagaan negara.
“Pemerintah perlu membangun sistem e-goverment di seluruh kelembagaan, membangun postur pelayanan berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang terpadu dari pusat hingga daerah hingga ujung terdepan pelayanan publik,” ujarnya.
Kementerian PANRB sendiri sudah menyusun PERPRES Nomor 95/2018 tentang sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) guna mewujudkan keterpaduan sistem pemerintahan dari pusat hingga ujung daerah terluar.
Dengan adanya sistem yang terintegrasikan menghasilkan efisiensi anggaran dan sinergitas instansi pusat dan daerah semakin meningkat. Tentu tujuan akhirnya adalah untuk membuat pelayanan publik yang outstanding.
“Pelayanan semakin mudah, cepat, murah, berkualitas dan mampu menyentuh harapan masyarakat,” tandasnya. “Melalui kebijakan publik yang terarah dan komprehensif akan memacu perbaikan kinerja dan akan meningkatkan kepercayaan publik,” kata mantan Wakapolri ini.
Pemerintah, katanya, mulai menggeser fokus pembangunan dari infrastruktur kepada pembangunan sumber daya manusia. Pemerintah ingin membangun Smart ASN yang mampu menguasai teknologi informasi.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana Institut STIAMI Dr. Taufan Maulamin, SE, AK, menyampaikan, dengan diadakannya Seminar Nasional 2019, ini diharapkan para ASN khususnya ASN yang menjadi mahasiswa di Pascasarjana Institut STIAMI dapat meningkatkan kapasitas diri di era digital.
“Revolusi industri 4.0 di depan mata. Hal ini tidak bisa dihindari, melainkan harus dihadapi dengan penguasaan teknologi informasi. Kita selalu sibuk dengan pemenuhan alat canggih tapi kita tidak sibuk bagaimana cara menguasai alat canggih itu,” tandasnya.
Menurutnya, penguasaan teknologi informasi, salah satu jalan meningkatkan kualitas pelayanan publik yang juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas ASN. Karena ternyata, berdasarkan data World Economy Forum Human Capital Indonesia di tahun 2017, kualitas dari Indonesia masih sangat rendah.
“Bahkan kualitas ASN di Indonesia masih kalah dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand,” ungkapnya.
Itu sebabnya, Institut STIAMI berkontribusi memecahkan persoalan tersebut melalui seminar ini. Hasil seminar nantinya menjadi bahan rekomendasi yang akan diserahkan kepada Kementerian PAN RB. Melalui seminar ini juga diharapkan para mahasiswa pascasarjana yang berprofesi ASN dapat meningkatkan kualitas dirinya dan kualitas pelayanan yang diembannya.
Seminar ini sendiri menghadirkan pembicara Dr. Tri Widodo W. Utomo, SH., MA (Deputi Bidang Inovasi Administrasi Negara), Prof. Dr. Martani Huseini (Guru Besar FIA Universitas Indonesia), dan Dr. Sri Sundari, SH., MM (Dosen Pascasarjana/ASN DPD RI).
Dalam Seminar Nasional 2019, Pascasarjana Institut STIAMI juga melakukan Pelantikan Ketua Himpunan Mahasiswa (HIMA) Yuliyanto, S.AP (Mahasiswa AA77) tahun angkatan 2018-2019 oleh Direktur Wakil Rektor IV Dr. Hasyim A Abdullah, M.M didampingi oleh bagian Kemahasiswaan dan Alumni Indriani Rahayuningtyas, S.AP., MA dan Kepala Program Studi Magister Ilmu Administrasi Dr. Mary Ismowati, M.Si. (tety)
