22.1 C
New York
24/04/2026
Aktual

AHY Kutuk Perusak Baliho, Andi Arief Sebut Partai Berkuasa

Presiden @jokowi yang mulia, kedatangan Ketua Umum kami @SBYudhoyono di Pekanbaru sudah dipersiapkan lebih lama dari kehadiran Bapak yang mendadak. Mohon maaf kader kami terlanjur masang ribuan poster menyambut beliau. Itu samasekali tak diniati untuk menyaingi Bapak Presiden.

(dari akun twiiter Rachland Nashidik)


Possore.com — Komandan Kogasma DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengutuk keras terjadinya insiden perusakan terhadap bendera, baliho dan atribut Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau, oleh sekelompok orang terorganisir, yang diketahui Sabtu (15/12).

”Saya mengutuk keras terjadinya insiden perusakan terhadap bendera, baliho dan atribut Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau, oleh sekelompok orang terorganisir, pada hari ini,” demikian AHY melalui twitternya yang dikutip Demokrat.id.

Sepanjang jalan di Pekanbaru, selain bendera Demokrat, ada juga bendera Partai Golkar, PDIP, Nasdem, PSI dan lainnya. Tapi yang dirusak hanya bendera Partai Demokrat.

Bendera Demokrat di pasang untuk menyambut kedatangan Bapak @SBYudhoyono di Riau. Sementara bendera Golkar, PSI, PDIP dan lainnya menyambut Bapak @jokowi. ”Apakah ada kaitannya?” Demikian AHY mempertanyakan.

AHY sendiri berniat akan berangkat ke Riau utk melakukan investigasi karena insiden ini bukan sekali terjadi. Sebelumnya, ada juga perusakan bendera PD di Kebumen dan Medan.

Sementara itu, politisi Partai Demokrat Andi Arief mengungkap aktor di balik pengrusakan atribut Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau. Pernyataan Andi merujuk keterangan pelaku pengrusakan yang ditangkap DPC Demokrat.

Lebih jauh, Andi mengatakan,p erusak atribut Partai Demokrat di Riau punya kemampuan mengelabui dan menembus batas keamanan standar siaga satu kunjungan Presiden. Wajar kalau Polisi tidak mengendus. Punya ilmu sirep, semua keamanan tertidur

“Keterangan pelaku perusakan yang ditangkap DPC Demokrat malam tadi menyebut dia disuruh pengurus PDIP,” kata Andi di akun Twitter-nya, Sabtu (15/12).

Menurut Andi, pengakuan itu baru informasi awal dan terlalu gegabah jika langsung dipercaya.

“Tugas polisi menyimpulkannya. Tidak ada alasan, pelakunya ada. Beda dengan kasus lain,” ujarnya.

Andi juga mengungkapkan, berdasarkan pengakuan pelaku yang ditangkap polisi, jumlah perusak atribut Demokrat di Pekanbaru ada 35 orang yang terbagi lima kelompok.

Andi Arief mengingatkan, di zaman orde baru saja atribut PPP dan PDI tetap diberi kesempatan tampil. Tidak dirusak massal. Cara Orde Baru atau Golkar waktu itu membuat atribut di tempat yang sama dengan lebih besar dan menutupi atribut PPP dan PDI. Itu cara orang politik. Bukan dengan merusak.(lya)

Leave a Comment