11 C
New York
04/05/2026
Aktual

Ketua KKST Periode 2018-2023 Siap Rangkul Warga Perantauan Membangun Sultra

BOGOR (Pos Sore) — Musyawarah Nasional Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) yang berlangsung pada 23-25 November 2018 di Wisma Tenang Kemendagri, Mega Mendung, Bogor, akhirnya menghasilkan ketua barunya: Syarifuddin. Ia terpilih secara aklamasi untuk memimpin ormas tersebut masa periode 2018-2023.

Syarifuddin yang menjabat Dirjen Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, ini saat dimintai tanggapannya, menegaskan, kontribusi masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berada di perantauan sangat dibutuhkan untuk membangun wilayah tersebut.

“Saat ini Sultra terus berbenah, berorientasi pada pariwisata. Karenanya, diperlukan masukan dan pemikiran untuk mendukungnya,” katanya seraya menyebut ada tiga program jangka pendek yang akan dilakukannya.

Ia pun mengajak masyakat Sultra yang berada di perantauan, khususnya yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) untuk membangun daerah Sultra agar lebih maju.

“Sehingga ke depan provinsi kita sejajar dengan provinsi-provinsi lain. Kita siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi setempat untuk bersama-sama membangun dan memajukan daerah,” kata Syarifuddin, yang juga tokoh masyarakat Sultra.

Menurutnya, organisasi yang dipimpinnya, dapat menyejahterakan masyarakat setempat. Karena, KKST ini merupakan mitra pemprov untuk mengembangkan wilayah Sultra. Hal ini juga sesuai dengan undang-undang tentang organisasi masyarakat (ormas) yang mengamanatkan tugas dan fungsi ormas mendukung pembangunan di daerah.

“Kami dapat menjadi katalisator dalam percepatan pembangunan. Kami pun siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam berbagai bidang. Kehadiran KKST merupakan mitra bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,” tandasnya.

Karenanya, diperlukan kemandirian sumber daya masyarakat Sultra yang berada di perantauan supaya kuat dan mampu bersaing secara sehat. Juga harus selalu bersemangat. Semangat yang tidak pernah surut.

“Itu yang bisa membuat kita maju. Di mana kita berada, kita tetap mempunyai kewajiban membangun Sultra bersama-sama. Di mana bumi berpijak di situ langit dijunjung,” tegasnya.

Adapun tiga program jangka pendeknya yaitu pertama, mendata seluruh anggota di masing-masing wilayah. Kedua, membangun komunikasi dengan seluruh pemimpin daerah. Ketiga, menjadikan KKST sebagai katalisator percepatan pembangunan di Sultra.

Munas KKST dengan peserta pengurus KKST di sejumlah daerah juga dihadiri anggota Komisi IV DPR RI Umar Arsal. Menurutnya, organisasi kemasyarakatan ini tak semata memperjuangkan kesejahteraan anggotanya, melainkan juga nasib bangsa ini ke depan.

“KKST tak saja menjadi bagian dari masyarakat Sulawesi Tenggara, tetapi juga bersama-sama dengan masyarakat lainnya untuk membangun daerah dan memberikan kontribusi positif di manapun ia berada,” kata Umar yang juga anggota Pengurus Pusat (PP) KKST.

Ia menambahkan, kontribusi yang diberikan dalam berbagai aspek. Bidang pendidikan, kesehatan, sosial, lingkungan hidup, politik, dan banyak lagi. Karenanya, ia berharap ketua baru dapat merangkul seluruh masyarakat Sultra di manapun berada.

“Tak kalah penting bagaimana menyatukan persepsi masyarakat Sultra yang ada di perantauan mengingat tidak sedikit yang menjabat posisi penting dan strategis. Ini menjadi potensi untuk membangun Sultra,” ujarnya. (tety)

Leave a Comment