16 C
New York
10/05/2026
Aktual

Kemenkop Dukung Rencana IPB Bentuk Pusat Studi Koperasi dan UKM

BOGOR (Pos Sore) — Menyadari pentingnya koperasi bagi kelangsungan hidup bangsa, Institut Pertanian Bogor (IPB) pun merencanakan membuka Pusat Studi Koperasi dan UKM. Ini juga sebagai bentuk keberpihakan kepada sektor koperasi dan UMKM.

Rencana ini mengemuka dalam Seminar dan Diskusi ‘Koperasi Sektor Riil Yang Berdaya Saing Dalam Pembangunan Yang Inklusif Menghadapi Tantangan Disparitas Ekonomi’, di Kampus IPB, Bogor, Rabu (5/9). Seminar yang diadakan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, ini dihadiri para mahasiswa dan citivitas akademi lainnya.

Pusat Studi ini selain melakukan penelitian, dan pengembangan sumberdaya manusia, juga melakukan pendampingan koperasi dan UMKM. Seluruh fakultas akan terlibat dalam pendampingan.

Teknisnya, semua fakultas membentuk mitra binaan yang disesuaikan dengan fakultas masing-masing. Misalnya Fakultas Pertanian bermitra dengan petani.

Jadi, nantinya kalau ada yang ingin belajar berwirausaha, belajar mendampingi pelaku usaha mikro, bisa datang ke pusat studi ini. Dengan adanya pusat studi ini diharapkan citra koperasi dan UMKM menjadi lebih baik lagi.

“Koperasi itu jamannya bukan lagi bersaing tapi bersanding. Dan koperasi ini konsepnya ya bersanding,” tutur Wakil Rektor IPB Bidang Kerjasama dan Sistem Informasi IPB Prof. Dr. Ir. Dodik Ridho Nurrachmat.

Sesmenkop Meliadi Sembiring menyambut baik dan menilai positif rencana pembentukan Pusat Studi Koperasi dan UKM ini. Dengan adanya pusat studi ini segala permasalahan mengenai koperasi dan UKM dapat dicarikan solusinya. Tidak hanya di Bogor saja, tapi juga secara nasional.

“Jika di kampus bisa memberikan tempat, ruang dan usaha tidak saja kepada mahasiswa, tapi masyarakat secara luas, jelas akan memperbanyak wirausaha baru dan koperasi yang berkualitas,” tegasnya.

Pihaknya, kata Meliadi, siap mendukung dan memfasilitasi kegiatan yang nantinya diadakan Pusat Studi ini. Bahkan bekerjasama dalam bentuk apa pun. Terlebih pusat studi ini sangat masa depan dan rate kewirausahaan harus diperbanyak.

“Kalau bisa lebih cepat dilaksanakan karena potensi ekonomi di dalamnya sangat besar. Bagaimana sektor pertanian bisa sampai ke kota yang dirasakan nilai tambahnya di pedesaan. Bagaimana juga mengubah mindset milenial tentang koperasi, begitu juga bonus domestik. Dan ini harus diantisipasi jauh-jauh hari. Ini menjadi tantangan yang bisa dijawab oleh Pusat Studi ini,” katanya. (tety)

Leave a Comment