TANJUNG SELOR (Pos Sore) — Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan UMKM (LPDB-KUMKM) Braman Setyo dalam kunjungannya ke Tanjung Selor, Kalimantan Utara, Jumat (24/8) menyempatkan diri mendatangi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Jaya Bersama yang berada di Kabupaten Bulungan.
Dalam kunjungannya ini, Dirut LPDB diterima oleh Ketua KSP Jaya Bersama Ajer Supriono, Sekretaris KSP Sabaruddin, dan Bendaraha Arbaim.
Braman mengatakan, kunjungannya ini untuk menawarkan dana bergulir LPDB kepada KSP yang jumlah anggotanya mencapai 950 orang itu. Pada tahun-tahun sebelumnya KSP ini belum pernah mencicipi dana bergulir LPDB KUMKM.
Braman menilai laporan keuangan koperasi ini cukup sehat sehingga berpotensi menjadi mitra LPDB-KUMKM. KSP Jaya Bersama juga telah mengikuti program Modal Awal Padanan (MAP) yang digulirkan Kemenkop UKM.
“Dan kondisi saat itu pinjaman sudah lunas. Ini artinya, KSP ini memiliki perilaku baik. Selain itu, laporan keuangan yang disusun termasuk lengkap dan tertib. Setelah dilihat laporan keuangan itu dari tahun 2016 dan 2017 setiap tahun SHU meningkat. Jumlah anggota juga meningkat 12 persen tiap tahun,” paparnya.
Karena tahun ini KSP Jaya Bersama masih memiliki kewajiban dengan BPR Bulungan, koperasi itu pun belum berani menerima tawaran yang disampaikan LPDB. Terlebih bunga pinjaman untuk KSP cukup murah hanya 7 persen, siapa yang tak tertarik?
“Tahun depan kewajiban dengan BPR selesai. Jadi kemitraan ini perlu didorong tahun depan karena modal KSP baik aktiva tetap dan aktiva lancar sekitar Rp10 miliar. Melihat potensi ini LPDB menawarkan dana bergulir maksimal bisa Rp5 miliar,” ujarnya.
Namun, Braman mengingatkan, dana bergulir ini jangan digunakan untuk kebutuhan konsumtif.
Terkait keluhan mengenai biaya agunan atau jaminan, menurut Braman, karena memang semua agunan harus diappraisal atau dinilai kelayakan nilai agunan tersebut. Dan yang menilai adalah lembaga penilaian jaminan yang resmi di wilayah setempat.
Penilaian jaminan dilakukan dengan melakukan peninjauan langsung kepada objek jaminan untuk membuktikan kebenaran atas copy sertifikat yang diserahkan oleh calon debitur dengan mengisi formulir penilaian sesuai dengan format yang telah ditetapkan.
Selama pemeriksaan jaminan, penilai juga harus mengumpulkan data-data umum di sekitar lokasi jaminan semisal jika jaminan tersebut adalah tanah maka penilai perlu untuk mencari harga tanah di sekitar lokasi tersebut. Luas tanah berapa. Potensi ekonominya bagus atau tidak.
“Kalau biaya penilaian jaminan taruhlah sampai Rp20 juta, jika dibandingkan dengan dana bergulir yang didapat sebesar Rp5 miliar, ya tidak seberapanya. Mungkin biaya ini bisa ditekan dengan melakukan negoisasi dengan lembaga penilaian agunan tersebut,” ujarnya.
Untuk di Tanjung Selor mungkin memang belum ada lembaga tim penilaian agunan sehingga harus didatangkan dari Samarinda, dan ini memang membutuhkan biaya. Karenanya, untuk menekan biaya, kedua pihak bisa saling bernegoisasi.
“Tapi kalau ada biaya yang harus dikeluarkan ya wajar saja, kan yang namanya bisnis untuk mendapatkan nilai lebih ya memang harus begitu, harus ada resiko yang ditanggung yang nilainya tidak seberapa jika dibandingkan dengan hasil yang didapat,” tandasnya.
Mendengarkan tawaran ini, Ketua KSP mengaku berminat untuk menjadi mitra LPDB KUMKM. Dana bergulir ini dinilainya mampu meningkatkan usaha sektor real yang tengah dikembangkan berupa usaha perdagangan.
Kepala Disperindagkop dan UMKM Kaltara Hartono yang turut mendampingi, menambahkan jika KSP Jaya Bersama memiliki nilai kinerja yang baik. Selama mengajukan pinjaman ke BPR, selalu memenuhi kewajibannya.
“Tahun depan kewajibannya dengan BPR selesai, setelah itu bisa mengajukan dana bergulir kepada LPDB. Dan saya yakin KSP ini mampu melunasi kewajibannya,” katanya. (tety)
