10.7 C
New York
04/05/2026
Aktual

LPDB KUMKM Minta Pelaku Usaha Manfaatkan Tenaga Pendamping PLUT untuk Ajukan Dana Bergulir

TANJUNG SELOR (Pos Sore) — Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan UMKM (LPDB-KUMKM) Braman Setyo meminta para pelaku usaha dan koperasi untuk menggunakan tenaga pendamping dari Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM.

“Ditolaknya proposal pengajuan dana pinjaman itu bukan karena LPDB tidak mau menggulirkan. Tapi karena tidak jelas laporan keuangan. Pembukuan harus tercatat jelas agar bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya usai ‘Sosialisasi Pengelolaan Dana Bergulir’, di Gedung Gadis, Tanjung Selor, Kalimantan Utara, Kamis (23/8).

Dengan adanya tenaga pendamping dari PLUT ini, lanjut dia, masyarakat akan lebih  memanfaatkan layanan konsultasi dan pendampingan untuk meningkatkan  akses terhadap pembiayaan, pemasaran, IT dan jaringan usaha.

Layanan KUKM ini diberikan kepada   pelaku usaha dan wirausaha baru. Saat ini kan UMKM masih mengalami kendala di pemasaran, teknologi dan  permodalan. Di sini nanti diajarkan bagaimana membuat laporan keuangan yang baik, bagaimana membuat surat pengajuan dana bergulir, dan banyak lagi manfaat lainnya.

“Di Kaltara, khususnya Bulungan, ada PLUT, nah para pelaku koperasi dan UMKM yang belum bisa membuat proposal dan laporan keuangan bisa mengajukan dana bergulir ke PLUT,” tambahnya.

Menurutnya, konsultan pendamping PLUT bisa dimanfaatkan untuk membantu memecahkan persoalan UKM dalam berbagai hal. Para konsultan ini sudah profesional di bidangnya masing-masing, yang juga pelaku usaha. Jadi paham betul seperti apa mengelola usaha.

“Memang ada fee yang harus dibayarkan kepada tenaga pendamping sebagai biaya jasa konsultan, tapi kan biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan dana bergulir yang didapatkan, belum lagi manfaat setelah mendapatkan dana ini,” tuturnya.

Dikatakan, keberadaan PLUT terhadap perkembangan UMKM sangat berbeda jika dibandingkan dengan daerah yang tidak memiliki PLUT. “Saya yang saat itu turut membentuk PLUT saya bilang dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha.

LPDB, kata Braman, akan memberikan apresiasi kepada PLUT yang berhasil menjaring calon penerima dana bergulir. Apresiasi ini bukan diberikan kepada pribadi-pribadi, melainkan ke PLUT berupa pelatihan-pelatihan peningkatan sumberdaya manusia.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop dan UMKM Kaltara Hartono, mengatakan, sebenarnya pihaknya sudah memberikan beragam bentuk pelatihan dan pembinaan serta peningkatan kapasitas bagi para pelaku usaha pemula dan yang sudah menjalankan.

Menurutnya, kehadiran PLUT memang sangat membantu dalam meningkatkan kapasitas para pelaku usaha. Salah satu tantangan pelaku UMKM di Kalimantan Utara adalah pemasaran dan kemasan produk, juga laporan keuangan.

“Fungsi PLUT sebagai pusat layanan yang mendampingi pelaku usaha dalam mengembangkan produk usahanya sangat penting,” katanya.

Di Kaltara sendiri belum semua memiliki PLUT. Di lima kabupaten dan kota di Kaltara, hanya Bulungan yang memiliki PLUT-KUMKM yang terletak di Gang Niaga, Jalan Sengkawit Tanjung Selor.
Bulungan sebagai pusat layanan terpadu satu-satunya di Kaltara dan sejak berdiri pada 2015, sudah semakin baik dalam mendampingi pelaku usaha. (tety) 

Leave a Comment