5.7 C
New York
26/04/2026
AktualKesra

Dorong Keadilan Pangan Masyarakat, FOI Kampanyekan Indonesia Merdeka 100%

JAKARTA (Pos Sore) — Hari ini Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan yang ke-73 tahun. Tapi, Foodbank of Indonesia (FOI) menilai Indonesia belum 100% merdeka. Dan, ini berarti perjuangan belumlah selesai. Terbukti, masih banyak anak dan lansia kelaparan di sekitar kita.

Dalam pandangan lembaga masyarakat kemanusiaan yang misinya membuka akses pangan, itu akses pada pangan adalah hak dasar setiap warga Negara yang merdeka. Dan, di usia kemerdekaan Indonesia yang ke-73 ini, masih saja banyak terjadi kelaparan.

Pendiri FOI Hendro Utomo pun mengutip Global Hunger Index (GHI) tahun 2017. Berdasarkan data GHI, terungkap sebanyak 19 juta penduduk Indonesia mengalami kelaparan dan sekitar 40% terjadi kelaparan di sekolah.

“Hal ini menunjukkan Indonesia belum sepenuhnya merdeka, karena keadilan pangan belum menyentuh seluruh warga Indonesia. Kita harus bergerak untuk mencapai kemerdekaan 100%. Kemerdekaan yang sejati,” tandasnya.

Untuk mencapai tujuan mulia ini, FOI pun berkomitmen memberantas kelaparan melalui ‘Deklarasi Menuju Indonesia Merdeka 100%’, di Kantor Pusat FOI, Jakarta, Kamis (16/8). Pembacaan deklarasi ini diikuti oleh donatur, dan koordinator relawan wilayah Jabodetabek.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak semua elemen membuka akses pangan bagi fakir miskin, kaum lansia, mereka yang sakit dan anak-anak terlantar.

“Setiap warga negara berhak mendapatkan akses pangan yang layak sebagaimana yang tertera dalam Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945. Akan tetapi, masih ada masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan akses pangan dengan baik,” tandasnya.

Menurutnya, permasalahan kelaparan yang terjadi di Indonesia memasuki skala yang cukup serius. Dalam mengatasi permasalahan keadilam pangan dan kelaparan di Indonesia perlu kerja sama semua warga.

Persoalan kelaparan di Indonesia menjadi masalah besar bangsa ini. Disadari kelaparan, kurang gizi dan keadilan pangan adalah permasalahan besar di negara ini.

“Untuk itu, kita perlu bahu membahu dalam menangani permasalahan ini, dengan menyalurkan bantuan berupa makanan berlebih dari bapak dan ibu atau perusahaan kepada mereka yang membutuhkan,” jelasnya.

Masalah pangan ini sendiri sesungguhnya sudah disampaikan puluhan tahun ke belakang oleh Proklamator kemerdekaan RI, Ir. Soekarno. Dalam pidatonya pada saat peletakan batu pertama IPB tahun 1952 mengungkapkan bahwa pangan adalah soal hidup matinya bangsa.

Jauh sebelum ‘Deklarasi Menuju Indonesia Merdeka 100%’, FOI yang telah berdiri sejak tiga tahun lalu, telah membantu lansia, kaum dhuafa dan fakir miskin untuk mendapatkan akses pangan yang baik melalui program Pos Pangan yang rutin dilaksanakan setiap Selasa dan Kamis.

FOI juga memberikan makanan tambahan untuk siswa PAUD dan SD yang dikemas dalam program Mentari Bangsaku yang bertujuan untuk membantu persoalan gizi pada anak.

Hendro menyampaikan, FOI tidak hanya mendistribusikan makanan untuk penerima manfaat yang didapatkan dari bantuan donatur-donatur. FOI berupaya untuk menumbuhkan masyarakat yang berdaya dan mandiri akan pangan.

“FOI terus mendorong gerakan positif untuk membuka berbagai potensi akses pangan bagi orang-orang yang membutuhkan. Dengan mengajak seluruh warga untuk ikut gerakan Indonesia Merdeka 100%, yang dimulai dengan mencari orang di sekitar kita yang mungkin belum memiliki akses pada pangan,” tambahnya.

Adapun Gerakan Merdeka 100% terdiri dari membantu kesejahteraan kehidupan petani, nelayan lokal dan UKM pangan agar tetap ada kegiatan produksi makanan untuk kita.

Selain itu, memberi makan fakir miskin dan anak-anak yang telantar di sekitar kita. Mulai dari yang terdekat. Juga, makan dengan bijaksana, ambil makanan secukupnya dan menghabiskan makanan yang sudah diambil.

Gerakan lainnya dengan meramaikan hastagh Merdeka 100%, serta meramaikan aksi ‘1000 untuk Merdeka’, dengan mengumpulka uang 1000 rupiah dari sekeliling kita dan memberikan dalam wujud makanan bagi mereka yang membutuhkan.

Selain pembacaan Deklarasi, dilakukan juga pembagian makanan tambahan untuk siswa-siswi SD yang merupakan bagian dari program FOI dalam mengatasi persoalan gizi pada anak-anak. (tety)

Leave a Comment