JAKARTA (Pos Sore) — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan hingga saat ini belum ada satupun teknologi yang mampu memprediksi gempabumi secara presisi mengenai kapan dan berapa kekuatannya.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, di Jakarta, Senin (13/8), mengatakan, Indonesia berada di jalur gempa teraktif di dunia karena dikelilingi oleh Cincin Api Pasifik dan berada di atas tiga tumbukan lempeng benua, yakni, Indo-Australia dari sebelah selatan, Eurasia dari utara, dan Pasifik dari timur.
“Indonesia adalah satu dari sedikit negara di dunia yang sepenuhnya terletak di dalam kawasan “cincin api” sehingga bencana bisa terjadi sewaktu-waktu. Fakta inilah yang perlu dipahami oleh masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Ia pun meminta masyarakat tetap waspada terhadap peluang terjadinya bencana gempabumi di Indonesia setiap saat. Terlebih penjelasan kapan dan di mana tempatnya secara lebih rinci masih tanda tanya besar.
Menurut Dwikorita, daripada larut dalam diskusi, perhitungan, ramalan, dan perkiraan mengenai kapan lagi gempabumi akan terjadi, yang paling penting saat ini adalah bagaimana kita membangun harmoni hidup bersama dengan gempabumi.
Caranya melalui mitigasi bencana untuk meningkatkan perlindungan dan pertolongan mandiri dalam menghadapi bencana.
“Gempa bisa terjadi sewaktu-waktu, kapanpun dan di manapun. Namun kita berupaya jangan sampai ada korban, dengan cara tidak panik dan paham apa yg harus disiapkan sebelum, saat, dan setelah gempabumi,” terangnya.
Terkait informasi hoaks mengenai gempa, Dwikorita mengatakan sudah sepatutnya para netizen dapat menyaring secara bijak aneka kabar berupa teks, foto dan video yang begitu gampang diakses publik.
Perlu proses saring sebelum sharing sehingga (informasi hoaks) tidak menjadi viral. Jangan membuat masyarakat resah dengan kabar yang dapat menyesatkan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan “tergoda” dengan ramalan-ramalan atau prediksi. Pastikan informasi terkait gempabumi bersumber dari BMKG. Silahkan akses info BMKG melalui website maupun media sosial bukan yang lain. Kami terus memantau selama 24 jam,” tambah dia. (tety)
