12.8 C
New York
10/05/2026
Aktual

INKOWAPI Ubah Warung Tradisional Menjadi Warung Digital

JAKARTA (Pos Sore) — Ketua Umum Induk Koperasi Pengusaha Wanita Indonesia (Inkowapi), Sharmila Yahya Zaini, menegaskan para pengusaha perempuan baik mikro kecil dan menengah siap mendukung sepenuhnya gagasan Presiden Joko Widodo perihal agar koperasi memanfaatkan teknologi digital dalam kegiatan perkoperasiannya.

Dikatakan, Inkowapi saat ini telah masuk dan hijrah ke manajemen berbasis digital. Mulai dari mengelola anggota, kelembagaan, program, unit-unit bisnis, dan keuangan, seluruhnya telah menggunakan sistem digitalisasi.

“Tujuannya agar lebih transparan, serta program berjalan lebih cepat dan dapat diakses oleh anggota, organisasi maupun pihak-pihak terkait lainnya,” katanya, di Jakarta, Jumat (20/7).

Ia menyadari era digitalisasi, terutama nternet membawa perubahan dunia yang sangat revolusioner. Internet menjadikan dunia sebagai negara global tanpa batas, semua terhubung dan terkoneksi menjadi satu.

“Jika koperasi tidak masuk ke dalam dunia digital, maka ia akan ditinggal oleh perkembangan pesat bisnis online yang sudah menggusur peran model bisnis konvensinal,” tandasnya.

Bagi Inkowapi, tujuan jangka panjang dari program digitalisasi koperasi ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam bidang pemberdayaan ekonomi perempuan.

Terlebih Inkowapi telah melatih lebih dari 3000 anggota untuk pengelolaan warung secara digital bekerja sama dengan SAHARA (Sahabat Usaha Rakyat) dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan warung.

Saat ini, lanjutnya, program yang sedang berjalan adalah pendataan dan pembinaan warung tradisional yang dikelola para perempuan di beberapa propinsi antara lain DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

 

“Kami menjadikan warung tradisional yang mereka kelola sebagai warung digital alias “warung zaman now”, kata Sharmila Yahya yang juga penggagas terbentuknya komunitas SAHARA, sekaligus Ketua Komite Tetap Bidang Pembinaan dan Pengembangan UMKM dan Koperasi – KADIN INDONESIA ini.

Dikatakan, butuh hampir dua tahun untuk menjalankan aplikasi atau software jaringan usaha online dari pembinaan warung tradisional menjadi warung digital alias Warung Zaman Now.

Tujuan dari program digitalisasi koperasi ini, tentu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam bidang pemberdayaan ekonomi perempuan.

Jadi sebelum Jokowi menyampaikan pemikiran mengenai teknologi digitalisasi, Inkowapi sudah merancangnya sedemikian rupa. Teknologi ini sudah mulai diterapkan di warung-warung binaan Inkowapi.

Sistem pembayaran pun dengan menggunakan mesin EDC. Bisa dengan kartu debit, bisa dengan kartu e-money, bisa dengan kartu chip, bahkan bayar cash maupun kredit juga bisa. Sistem ini menjadi yang pertama diterapkan di warung tradisional Indonesia.

Belanja di warung-warung ini pun seperti halnya belanja di toko-toko online, dengan beragam kebutuhan sehari-hari. Harganya pun disesuaikan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

“Di warung ini menjual sembako dan non sembako. Jadi sistemnya, si warung akan mendapat suplay barang, lalu dia menjual ke masyarakat sekitarnya,” jelasnya.

Tak hanya itu. Warga yang membayar iuran BPJS Kesehatan di warung-warung tradisional jaman now ini akan mendapatkan cash back senilai 10 persen, yang dapat dibelanjakan di warung tersebut.

Di warung-warung ini juga bisa berfungsi sebagai kolektor sampah. Warung akan membeli sampah jenis apa pun dari warga, namun uangnya tidak langsung diberikan melainkan ‘ditabung’.

“Uang si penjual akan dikumpulkan selama sebulan. Setelah sebulan, uang itu bisa dibelanjakan di warung itu khusus untuk produk sembako, bisa juga tabung kembali. Jadi antara pemilik sampah dan pemilik warung sama-sama untung. Inilah konsep dari koperasi juga,” tutupnya.

Nanti sampah-sampah yang terkumpul itu oleh warung dijual kembali ke pihak yang saat ini tengah dijajaki untuk bekerjasama. (tety)

Leave a Comment