16.1 C
New York
23/04/2026
AktualKesra

KPPPA Gelar Kampanye Anak Indonesia Hebat Tertib di Jalan

JAKARTA (Pos Sore) — Data WHO memperkirakan di tahun 2020 penyebab terbesar kematian adalah kecelakaan di jalan raya tepat, di bawah penyakit jantung dan depresi.

Organisasi kesehatan dunia itu mencatat ada 1 juta orang meninggal dunia tiap tahunnya di seluruh dunia akibat kecelakaan. Sebanyak 40% di antaranya berusia 25 tahun dan 60% berusia < 25 tahun yaitu berkisar pada usia anak-anak dan remaja. Menyikapi permasalahan yang menyangkut hak anak atas Pengasuhan, keluarga, dan lingkungan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pun menggelar 'Kampanye Anak Indonesia Hebat Tertib di Jalan', di Museum Transportasi, TMII, Selasa (18/12).

Acara diawali dengan senam Pelopor
Keselamatan di Jalan dan diikuti dengan sesi dialog antara Deputi Tumbuh
Kembang Anak KPPPA, Lenny N Rosalin dengan anak–anak peserta acara.

Dalam acara ini, berbagai kementerian dan lembaga, perusahaan transportasi online, perwakilan guru, dan perwakilan orangtua juga ikut berpartisipasi untuk mewujudkan komitmen lindungi anak di jalan terutama pada saat mereka berangkat dan pulang dari sekolah.

“Kampanye ini bertujuan untuk menguatkan komitmen bersama melindungi anak Indonesia ketika di jalan terutama pada saat berangkat dan pulang dari sekolah,” kata Menteri PPPA, Yohana Yembise.

Menteri menegaskan, keamanan dan keselamatan anak tidak hanya menjadi persoalan orang tua. Melainkan juga publik terkait dengan perlindungan anak.

Pemerintah, katanya, berupaya mengatur dan mengarahkan kegiatan-kegiatan bidang perlindungan anak. Dengan prioritas utama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan selamat demi kepentingan terbaik anak.

Sehubugan dengan keamanan dan keselamatan anak dari rumah ke sekolah dan sebaliknya, langkah yang diambil KPPPA adalah melalui program pengembangan rute aman dan selamat ke dan dari sekolah.

Program ini lebih menitikberatkan pada pengoptimalan potensi-potensi yang ada pada diri anak, orang tua, guru, kepala sekolah, dan masyarakat.

Terkait kecelakaan di jalan raya, Ditlantas Polda Metro Jaya melansir data sepanjang 2010-2015. Diketahui sekitar
176.000 anak menjadi korban kecelakaan di jalan raya. Artinya, setiap harinya terdapat 85 anak berumur di bawah 15 tahun yang jadi korban kecelakaan.

“Perilaku yang melatarbelakangi tingginya kecelakaan pada anak adalah banyaknya anak yang mengendarai sepeda motor belum pada waktunya,” kata Lenny.

Karenanya, kampanye ini untuk mendorong anak agar berjalan kaki, bersepeda, dan menggunakan transportasi umum yang ramah anak untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan.

Deputi Tumbuh Kembang Anak PPPA, ini menambahkan, KPPPA juga tengah mewujudkan Rute Aman dan Selamat ke dan dari Sekolah (RASS). Dalam mengembangan RASS, perlu memperhatikan 4 prinsip pembangunan anak: non-diskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, hak untuk hidup, tumbuh, dan perkembangan, serta mendengarkan pandangan anak.

Saat ini, layanan jasa transportasi online juga berperan penting dalam upaya melindungi anak-anak di jalan ketika berangkat dan pulang dari sekolah karena menjadi alternatif transportasi yang praktis yang kerap kali dipesankan orangtua untuk mengantar jemput anaknya.

“Sudah saatnya perusahaan transportasi online mulai tanggap dan peduli terkait isu keselamatan anak di jalan dengan menerapkan standar dalam menangani penumpang anak untuk meminimalisir kecelakaan yang melibatkan anak di jalan
raya serta hak–hak anak Indonesia juga dapat terpenuhi,” kata Lenny N Rosalin.

Kampanye ini, katanya, juga diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan Indonesia layak Anak (IDOLA) 2030. (tety)

Leave a Comment