05/05/2026
Aktual

Santri ‘Serbu’ Gedung Kantor Kemnaker

JAKARTA (Pos Sore) –– Gedung kantor Kementerian Ketenagakerjaan di Jalan gatot Soebroto, Kav 51, jakarta Selatan hari ini ‘diserbu’ sekitar 120 santri se-Jawa Timur yang dipimpin oleh Ketua DPRD Jawa Timur Abdul Halim Iskandar.

Serbuan para santri kali ini bukan untuk berdemo menuntut kenaikan UMP atau Hak Untuk Hidup Layak sebagaimana serbuan demonstrasi yang sering terjdi di gedung pemerintah tersebut, namun kali ini para santri ‘menyerbu’ dan mendatangi kantor Kemnaker untuk berdialog sdan meminta nasehat dari Menaker M Hanif Dakhiri terkait kondisi ketenagakerjaan dewasa ini.

“Para santri ini ingin mendapatkan tambahan pengetahuan dan wawasan tentang ketenagakerjaan. Kementerian Ketenagakerjaan ini sangat strategis bagi masa depan generasi penerus, “ kata Abdul Halim Iskandar, Senin (20/11).

IMG_4976

Menaker Hanif ketika menerima para santri itu mengingatkan agar santri tak boleh minder, bersikap manja dalam menghadapi dahsyatnya persaingan dalam realita hidup. Saat di tempa di pondok pesantren, santri harus membiasakan hidup keras pada diri sendiri dan mandiri.

“Para santri harus memiliki karakter kuat dan pribadi di atas standar agar bisa memenangi persaingan pasar kerja. Sebab kalau di atas standar pasti jadi pemenang dan kalau standar-standar saja, santri akan sulit menghadapi persaingan,” kata Hanif.

Menaker Hanif yang pernah merasakan Pondok Pesantren Al-Muayat Solo, Jawa Tengah, juga berpesan menjadi santri dan tinggal di kampung dengan kehidupan serba terbatas, tidak perlu berkecil hati. Meski berada di lingkungan pondok pesantren, santri-santri bisa berkembang untuk mewujudkan cita-cita dan mimpinya.

“Untuk mencapai kompetensi di atas standar tersebut, maka para santri diingatkan harus belajar di atas standar.Kalau di bawah standar, pasti akan kalah. Karena itu harus tampil di atas standar. Kalau ingin menjadi kyai besar, harus menjadi kyai yang di atas standar, “ kata Hanif.

Ditambahkan Menaker, santri harus yakin bahwa bisa berkontribusi kepada negara. Sejarah mencatat Republik ini tidak bisa berdiri tegak tanpa kehadiran santri dan pesantren karena republik ini sebagian besarnya merupakan investasi dari para santri. (hasyim)

Leave a Comment