10 C
New York
19/04/2026
AktualKesra

‘FTUI Untuk Negeri’ Digelar di Mal: Agar Generasi Muda Tertarik Ilmu Teknik

IMG-20171028-WA0014

JAKARTA (Pos Sore) — Presiden RI ke-3 Prof Dr-Ing. BJ. Habibie menerima anugerahkan  Lifetime Engineering Dedication Award dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI). Sebagai alumni FTUI, Habibie dinilai telah mendedikasikan hidupnya dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

Penghargaan ini diserahkan pada puncak acara Dies Natalis ke-53 FTUI sekaligus merayakan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda 2017 bertema ‘FTUI Untuk Negeri’, di Mal Gandaria City, Jakarta Selatan, Sabtu (28/10).

Habibie dalam kesempatan itu menegaskan, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak bisa lepas dari kemampuan sumberdaya manusia yang terbarukan. Artinya, sumber daya manusia harus lebih baik dari generasi sebelumnya.

Menurutnya, untuk menilai kemampuan kita apakah baik atau tidak, bisa dilihat dari karya kita sendiri. Penyelenggaraaan FTUI Untuk Negeri yang digelar di mal, ini bisa dijadikan contoh. Di sini ada ide terbarukan yang mungkin tidak terpikir oleh generasi masa lalu.

“Saya pikir tadi saya harus ke UI Depok, tetapi mengapa saya ke mal? Ternyata acaranya sengaja digelar di mal supaya bisa menggugah masyarakat. Ini hebat,” ujar Habibie.

Menurut Habibie, generasi muda tidak perlu minder dengan negara lain. Karena sesungguhnya Indonesia mampu membuat apa saja, pesawat terbang, dan inovasi-inovasi hebat lainnya.

Digelarnya kegiatan ‘FTUI Untuk Negeri’ pada 27-29 Oktober 2017, ini menurut Ketua Panitia ‘FTUI Untuk Negeri’ Dewi Sukasah, karena pemerintahan Jokowi yang saat ini sangat fokus pada kegiatan pembangunan infrastruktur membutuhkan puluhan ribu tenaga ahli teknik atau insinyur untuk membangun berbagai proyek infrastruktur yang telah dicanangkan pemerintah hingga 2019.

Sebagai negara berkembang — yang saat ini memfokuskan pada program pengembangan dan pertumbuhan ekonomi, Indonesia sangat membutuhkan berbagai infrastruktur untuk menunjang kegiatan pembangunan yang dilaksanakan.

IMG_20171029_084032

    (dari kiri ke kanan): Dewi Sukasah, Ketua Panitia ‘FTUI Untuk Negeri’, Tomy Suryatama Wakil Ketua Panitia ‘FTUI Untuk Negeri’, Prof Dr Ir Dedi Priadi, Dekan FTUI, dan Henry DS Budiono Wakil Dekan 2 FTUI, saat memberikan penjelasan kepada media.

“Dengan sebaran ribuan pulau-pulau yang membentang dari barat ke timur, Indonesia selayaknya memiliki SDM berkompetensi tinggi untuk mengembangkan diri dan memenuhi kebutuhan untuk melaksanakan kegiatan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya, di Jakarta, Sabtu (29/10).

Perkembangan industri dan teknologi yang sangat besar/masif dewasa ini dan terlebih lagi di masa mendatang, membuat kebutuhan sarjana teknik di Indonesia akan meningkat sangat tinggi. Terlebih sektor infrastruktur akan menjadi serapan yang tinggi.

Melihat kebutuhan ini, Fakuktas Teknik Universitas Indonesia bersama Ikatan Alumni Fakuktas Teknik Universitas Indonesia (ILUNI UI) merasa terpanggil dan menggelar kegiatan tersebut. Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan ketertarikan kaum muda dan masyarakat luas terhadap ilmu teknik. Karena ilmu teknik ini untuk mencetak berbagai profesi di bidang teknik berkompetensi tinggi, sebagai tulang punggung infrastruktur Indonesia.

Melansir pernyataan Persatuan Insinyur Indonesia (PPI), Tomy Suryatama, Wakil Ketua Panitia ‘FTUI Untuk Negeri’, mengatakan, pembangunan infrastruktur di berbagai kawasan di Indonesia hingga tahun 2019 akan membutuhkan sedikitnya 82 ribu insinyur. Sementara tenaga ahli yang tersedia saat ini baru sebanyak 20 ribu orang.

Salah satu contoh megaproyek pembangkit 35 ribu MW dan ribuan km jalan, puluhan bandara dan pelabuhan baru. Proyek ini diharapkan bisa menjadi sarana pengembangan kapasitas bagi bangsa Indonesia untuk bisa bersaing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“Sehingga seharusnya lebih banyak anak bangsa yang mampu menjadi ahli-ahli yang berkualitas dan punya kapasitas untuk melanjutkan pembangunan negeri ini,” katanya.

Dekan FTUI Prof Dr Ir Dedi Priadi dan Wakil Dekan 2 FTUI Henry DS Budiono, menjelaskan, FTUI adalah salah satu fakultas terbesar di Universitas Indonesia dengan menyelenggarakan 12 Program Studi S1, 7 Program Studi S2 dan 7 Program Studi S3 dalam 7 Departemen yaitu: Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Metalurgi dan Material, Arsitektur, Teknik Kimia, dan Teknik Industri.

Setiap tahunnya FTUI mendidik lebih kurang 5.600 mahasiswa, didukung para pengajar tetap di antaranya 126 Doktor dan 55 Profesor berkualifikasi internasional. Sejak resmi berdiri pada 17 Juli 1964, FTUI telah meluluskan lebih dari 25.000 sarjana S1, S2 dan S3 yang tersebar di dalam maupun luar negeri.

Dalam gelaran ‘FTUI Untuk Negeri’, selain dipamerkan puluhan karya inovasi FTUI, juga diisi dengan talkshow ‘Teknik untuk Negeri’, dengan keynote speaker Prof. Dr. -Ing. B.J. Habibie. Menghadirkan pula Menristekdikti ​Prof. H. Muhamad Natsir PhD, ​Prof. Dr. M Anis (Rektor UI), ​Prof. Dr. Dedi Priadi (Dekan FTUI), ​Ir. Supangkat Iwan Santoso M.T. (Direktur Pengadaan PT. PLN), dan ​Ir. Sugihardjo MSi (Sekretaris Jendral Kemenhub). Talkshow ini mengulas perkembangan pembangunan teknologi rekayasa di Indonesia. (tety)

Leave a Comment