19/04/2026
AktualKesra

Wisuda 1200 Mahasiswa, Institut STIAMI Percepat Pertumbuhan Wirausaha Baru

IMG-20171027-WA0034

JAKARTA (Pos Sore) — Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI menggelar sidang terbuka senat dalam rangka wisuda Program Vokasi, Program Sarjana, dan Program Pascasarjana, ke-32 Semester Genap Tahun Akademik 2016-2017.

Di hadapan sebanyak 1200 wisudawan, yang terdiri atas 342 lulusan program diploma, 632 lulusan program sarjana dan 226 lulusan program Pascasarjana, Rektor Institut STIAMI Dr. Ir. Panji Hendrarso, MM, berharap para wisudawan menjadi wirausaha. Kalau pun menjadi pekerja, jadilah pekerja yang handal di lapangan.

“Kami mengucap syukur karena dapat meluluskan mahasiswa yang berjumlah 1.200 wisudawan yang menjadi parameter bahwa proses penyelenggaran pendidikan di lingkungan Insitut STIAMI dapat terselenggara dengan baik. Ini menandakan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Institut STIAMI masih terjaga dengan baik,” kata Panji, di Balai Samudera, Kamis (26/10).

Ia menekankan, pada tahun ini, Kemenristekdikti mengharuskan kepada seluruh perguruan tinggi agar dapat menerapkan budaya mutu secara berkelanjutan yang diharapkan bisa melampui Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

Selain itu, mengembangkan beasiswa, kreatifitas, kegiatan kemahasiswaan yang komprehensif, kegiatan entreprenur, termasuk pengembangan kurikulum dan capaian pembelajaran.

IMG-20171027-WA0033

“Perguruan tinggi juga harus bisa melakukan pemetaan antara kebutuhan lapangan kerja dan suplai kerja. Karena itu, dilakukan revitalisasi program vokasional melalui kemitraan dengan industri untuk meluluskan tenaga yang terampil serta meningkatkan peran perguruan tinggi dalam meningkatkan daya saing antara lain dengan menyusun road map inovasi dan penelitian,” terangnya.

Menurutnya, saat ini peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai ‘agent of education’ semata, tetapi lebih dari itu Perguruan Tinggi memiliki peran yang lebih besar dan menantang yaitu sebagai ‘agent of economic development’.

“Begitu besarnya harapan masyarakat terhadap peran perguruan tinggi memicu semangat insan perguruan tinggi termasuk Institut STIAMI untuk dapat mewujudkan kreatifitas dan inovasi yang dapat memberikan manfaat ekonomis bagi masyarakat secara luas,” tegasnya.

Menurutnya, tingginya animo masyarakat mengenyam pendidikan di Institut STIAMI menjadi penyemangat untuk terus melakukan pembenahan dan perbaikan secara terus menerus, juga kualitas penyelenggaraan pendidikan.

Hal itu sejalan dengan amanah Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, serta visi Institut STIAMI, untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia.

Untuk itulah setelah melalui transformasi kelembagaan dari Sekolah Tinggi menjadi Institut  pada tahun 2015, Institut STIAMI telah mencanangkan 10 kebijakan strategis guna mewujudkan Institut STIAMI sebagai perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing dan berakhlak mulia.

Kebijakan strategis tersebut di antaranya melakukan penguatan kelembagaan dengan menjalankan prinsip good university governance, penjaminan mutu secara berencana dan berkelanjutan.

Selain itu, penyelenggaraan kegiatan akademik yang berkualitas berbasis penguasaan kemampuan leadership, entrepreneurship dan ahlak mulia, serta penguatan kerjasama dengan pihak lain dan sebagainya.

Rektor juga mengatakan, Institut STIAMI melakukan program   penguatan   untuk   mendorong   aktivitas berwirausaha dan percepatan pertumbuhan wirausaha baru. Hal ini dilakukan untuk  menjembatani   para  mahasiswa  memasuki  dunia bisnis   rill  melalui  fasilitas-fasilitas  bisnis  yang   ada.

Menurutnya, pembinaan mahasiswa dalam berbagai kegiatan minat dan bakat,   keilmuan,  kesejahteraan  atau  keorganisasian  lainya mampu  memberikan  keterampilan  untuk  berwirausaha sehingga  melahirkan   kreatifitas   dan   inovasi   sebagai  energi utama   kewirausahaan.

“Kami bahkan telah mendeklarasikan komitmen untuk mencetak 100 Wirusausaha,” tambah Rektor.

Sekretaris Institut STIAMI Dedy Kusna Utama, menambahkan, visi Institut STIAMI menggambarkan keunggulan yang mempunyai kemampuan lebih dibanding institusi pendidikan lainnya khususnya dalam hal kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, kemahasiswaan, sumber daya insani dan sistem informasi.

“Berdaya saing merupakan kemampuan untuk menghasilkan lulusan yang dapat berkompetisi dan beradaptasi dalam persaingan global sehingga dapat memberikan kontribusi posisif bagi peningkatan kualitas hidup,” katanya.

Berakhlak mulia merupakan perpaduan dari hasil proses pendidikan dan latihan yang sistematis dan terukur, sehingga akhlak mulia menjadi identitas yang melekat pada diri setiap lulusan Institut STIAMI dan diharapkan dapat menjadi role model di lingkungannya.

Dedi menambahkan, Indonesia dengan jumlah penduduk mencapai 250 juta, jumlah pengusaha di Indonesia masih di bawah 2 persen. “Kita masih butuh 1,7 juta sampai 1,8 juta lagi, bahkan lebih banyak lagi kalau ingin sama dengan negara Asean.”

Itu sebabnya, Institut STIAMI memiliki Komunitas Persatuan Wirausaha Muda atau Perwira dan Forum Bisnis Alumni. Pada komunitas Perwira, kampus menyediakan mentor-mentor sebagai pendamping bagi mahasiswa yang memang berminat menjadi usahawan. Para alumni juga diharapkan menjadi mentor.

Dari upaya mencetak wirausaha muda ini, STIAMI menargetkan 20 persen dari lulusannya menjadi wirausaha. Target ini diyakininya mampu terwujud karena sejak belajar di kampus mereka sudah akrab dengan dunia usaha.

“Dengan adanya wirausaha muda tentu yang kita harapkan adalah terciptanya banyak lapangan kerja baru. Jika banyak lapangan kerja tentu masalah pengangguran bisa teratasi dengan sendirinya,” katanya.

Ia berpandangan, munculnya para pemuda berjiwa wirausaha ini sesungguhnya bisa diharapkan dari kalangan kampus atau perguruan tinggi. Karenanya, perguruan tinggi diharapkan mampu mendorong para mahasiswanya untuk menjadi wirausahawan.

“Perguruan tinggi berperan melatih dan memotivasi generasi muda untuk memiliki semangat serta daya juang tinggi karena kewirausahaan menjadi isu penting dan strategis di tengah meningkatnya persaingan global,” tandasnya.

Sebagai upaya percepatan pencapaian visi dan misi melalui kebijakan-kebijakan strategis tersebut, pada acara wisuda kali ini dilaksanakan MoU antara Institut STIAMI dengan Masyarakat Ekonomi Syariah, Muamalat Institut dan Jak Tv.

Mengambil tea Excellent Competitive & Morality, Ketua Panitia Wisuda Robby Irvawan berharap lulusan Institut STIAMI dapat memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan institusi pendidikan lainnya. Sehingga mereka dapat berkompetisi dan beradaptasi dalam persaingan global.

Turut hadir memberikan sambutan Putut Pujogiri, Sekretaris Pelaksana dan Kepala Bidang Sistem Informasi dan kelembagaan Koperti Wilayah III Jakarta, dan Ketua Yayasan Ilomata Djaka Permana. (tety)

Leave a Comment