06/05/2026
Aktual

Mudik Lebaran, Ratusan Sopir AKAP Jalani Tes Urine

JAKARTA (Pos Sore) — Ratusan sopir bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) dites urine oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) dan Direktorat Reserse Narkoba (Dit Resnarkoba) Polda Metro Jaya di Terminal Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (22/6).

Tujuannya untuk memberikan mudik aman dan nyaman kepada warga Jakarta yang hendak pulang ke kampung halaman masing-masing.

Direktur Lalu Lintas (Dir Lantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Halim Panggara menyebutkan 200 sopir bus yang diperiksa kesehatannya, khususnya terkait penggunaan narkoba dan alkohol.

“Berbagai upaya pemerintah mengamankan pemudik, salah satunya dengan program mudik bareng. Tapi yang utama ya pengemudinya itu,” ujar Halim.

Halim mengatakan kegiatan ini bagian dari Ops Ramadaniya Jaya 2017 yang dilakukan sejak 19 Juni 2017 dan akan terus digelar secara acak hingga 4 Juli 2017.

“Kalau kita tiap hari tes urie akan ketahuan sama sopir, jadi dari Polda sendiri cari waktu. Kalau dari BNNP DKI cek setiap hari di terminal,” tuturnya.

Sedangkan Dir Resnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta menjelaskan, pengecekan urine tidak hanya dilakukan di Terminal Pulo Gebang. Menjadi perhatian terminal besar yang menyediakan bus keluar kota seperti Terminal Kampung Rambutan.

“Kita melakukan tes urine pada pegendara yang akan berangkat khususnya pengemudi AKAP. Kita pastikan setiap pengendara dalam kondisi sehat. Pengemudi harus selalu meyakinkan dirinya bebas narkoba dan bertanggung jawab terhadap penumpang,” ucap Nico.

Ia menambahkan, awak bus yang terbukti positif menggunakan dan menyimpan narkoba usai tes urine, akan ditindak secara hukum.

Penanganan secara hukum tergantung dari barang buktinya. Bila barang bukti ditemukan di atas satu gram untuk shabu kemudian ada ganja pasti diproses sampai pidana.

“Sedangkan nanti apabila ditemukan hanya sisa pakai atau barang bukti dibawah ketentuan maka yang bersangkutan harus dikirim ke rumah sakit rehabilitasi,” tambahnya.

Nico menambahkan, operasi serupa juga akan dilakukan di beberapa stasiun, pelabuhan dan bandara.

“Jadi, tidak hanya pengemudi bus saja, mungkin nanti juga kepada pilot, masinis, dan nahkoda karena mereka bertanggungjawab kepada para penumpang,” tutupnya. (marolop)

Leave a Comment