18/04/2026
AktualKesra

Lulusan Perguruan Tinggi Diminta Kembali Membangun Desa

IMG_20170521_114904

JAKARTA (Pos Sore) — Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes-PDTT) Johozua M Yoltuwu mengatakan mayoritas desa tertinggal masih sangat membutuhkan sumberdaya manusia (SDM).

Tenaga yang dibutuhkan terutama yang ahli di bidang pertanian, pertambangan, perikanan, perhutanan, dan agribisnis. Sayangnya, dari ribuan lulusan strata 1 (S1) maupun magister atau S2, hanya segelintir yang bersedia bekerja dan mengabdi di daerah tertinggal, khususnya wilayah Indonesia bagian timur.

“SDM kita di daerah tertinggal sangat kecil. Harus ada kerja sama dengan perguruan tinggi supaya lulusan yang dihasilkan mau kembali membangun desa,” tegasnya dalam acara Seminar Nasional ‘Kemitraan Strategis dalam Mendukung Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal’ yang diadakan Institut Ilmu Sosial dan Managemen Stiami di Jakarta, Minggu (21/5).

Johozua mengungkapkan, sebanyak 144 kabupaten saat ini masih tergolong daerah tertinggal. Sebut saja Nusa Tenggara Timur sejatinya memiliki potensi sumber daya alam yang dapat dimaksimalkan. Untuk itu diperlukan SDM yang mumpuni.

Pihaknya berharap melalui kerja sama lintas kementerian/lembaga (k/l) serta perguruan tinggi akan mampu mewujudkan cita-cita pemerintah membangun Indonesia dari pinggiran sebagaimana termaktub dalam Nawacita.

“Ke depan kita akan lakukan konsolidasi untuk membedah potensi yang ada di desa. Tapi di samping itu, sekolah kejuruan dan perguruan tinggi vokasi kita fasilitasi supaya lulusannya nanti bisa diberdayakan membangun desa,” tandasnya.

Menyikapi hal tersebut, Rektor Institut Stiami Panji Hendrarso menyatakan dukungan untuk senantiasa membantu pemerintah di dalam upaya pembangunan ekonomi tidak hanya di kota melainkan juga di desa.

Antara lain dengan menciptakan suasana lingkungan yang kondusif bagi mahasiswa agar dapat terus mengembangkan kreativitas. Ia meyakini pembangunan ekonomi di masa depan membutuhkan SDM kreatif.

“Selain menciptakan ruang kreativitas, perguruan tinggi juga perlu mengintegrasikan proses kreasi, produksi, dan distribusi hasil kreativitas tersebut dengan pihahk-pihak terkait termasuk pemerintah dan industri,” ujarnya. (tety)

Leave a Comment