17.3 C
New York
07/05/2026
Aktual

Kemenko PMK Serahkan Apresiasi Sayembara Tematik RM

JAKARTA (Pos Sore) — Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), menyerahkan apresiasi sayembara tematik revolusi mental.

Asisten Deputi Nilai dan Kreatifitas Budaya Kemenko PMK, Iwan Eka Setiawan, mengatakan kegiatan sayembara ini untuk menjaring partisipasi aktif masyarakat pada program Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) melalui penyelenggaraan sayembara komik, video instagram, konsep game dan konsep aplikasi.

Selain itu, untuk mewujudkan dan memperbanyak koleksi media sosialisasi yang terkait dengan GNRM. Juga untuk mempermudah pemahaman masyarakat akan inti GNRM yakni keberanian melakukan perubahan dari sesuatu yang buruk menjadi lebih baik melalui berbagai media sehingga pemaknaan terhadap nilai-nilai GNRM menjadi lebih mudah.

“Melalui kegiatan ini juga diharapkan mampu memicu kepedulian dari masyarakat tentang GNRM sehingga pada gilirannya terwujud partisipasi aktif masyarakat yang diharapkan menajdi teladan dan pelopor perubahan untuk kemajuan,” katanya, di Jakarta, Jumat (30/12).

Arif Budimanta selaku Ketua Pokja Revmen, dalam sambutannya berharap apa yang dihasilkan dari pemenang sayembara dapat menjadi viral karyanya. “Melihat fenomena yang ada saat ini, mudah-mudahan karya yang telah dihasilkan dapat menjadi viral baik di kancah nasional maupun Internasional.”

Sayembara tematik Revolusi Mental yang diadakan oleh Kemenko PMK ini terbagi dari tiga tema yaitu, Indonesia Melayani, Indonesia Bersih, dan Indonesia Tertib. Adapun kriterianya adalah karya yang diikutsertakan dalam lomba merupakan karya asli dan belum pernah menerima penghargaan apapun sebelumnya.

Sekretaris Kemenko PMK,  Y. B. Satya Sananugraha, mewakili Menko PMK Puan Maharani, mengatakan, melalui karya-karya lomba ini dapat memberikan dampak Revolusi Mental agar masyarakat tergugah, terlibat dan paham mengenai Revolusi Mental. Selain itu, masyarakat menyadari dan dapat melakukan  inisiatif dengan aksi nyata secara lebih masif.

“Gerakan bersama ini tentunya membutuhkan sosialisasi agar dipahami secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat dalam upaya perubahan cepat dari paradigma dan perilaku kita semua,” ujarnya. (tety)

Leave a Comment