9.1 C
New York
27/04/2026
Ekonomi

Kebijakan Cukai Plastik Harus dihindari Agar Tak Hambat Pertumbuhan Industri Mamin

JAKARTA (Pos Sore) –Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengungkapkan pertumbuhan ekonomi pada 2017 diprediksikan akan tumbuh antara 5,3 persen-5,6 persen. Sektor industri makanan dan minuman (mamin) masih menjadi kontributor paling besar dalam pertumbuhan ekonomi non migas tahun ini.

 “Pertumbuhan industri makanan dan minunan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) kita mencapai 33,6 persen. Mestinya ini jangan sampai terganggu karena kebijakan yang diciptakan.”

Selain itu, terdapat 4 (empat) subsektor industri yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB. Sektor industri non migas yaitu: industri makanan & minuman sebesar 33,61%; industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, & peralatan listrik sebesar 10,68%; industri alat angkutan sebesar 10,35%; serta industri kimia, farmasi & obat tradisional sebesar 10,05%.

Makanya, kata Airlangga, semua kebijakan yang dikhawatirkan bakal menganggu pertumbuhan industri makanan dan miunuman harus dihindari seperti kebijakan pengenaan cukai terhadap plastik.

“Pertumbuhan industri makanan dan minunan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) kita mencapai 33,6 persen. Mestinya ini jangan sampai terganggu karena kebijakan yang diciptakan,” ungkap Erlangga usai keterangan pers akhir tahun 2016, Kamis (22/12), di Kementerian Perindustrian.

Karena, menurut Erlangga, di industri makanan kebutuhan akan plstik merupakan hal yang sangat krusial kendati marginal profitnya masih terbatas. Makanya, jika dikenakan cukai plastik dikhawatirkan akan mempengaruhi penurunan permintaan.

Makanya, kata Erlangga kebiajkan semacam ini mestinya dihindari agar pertumbuhan industri makakanan dan minuman menjadi lebih optimum dan berupaya mengambil skenario yang lebih rendah. “Masalah cukai palstik ini masih kita bahan dan bicarakan di Kemenko.”

Erlangga mengungkapkan, semua kebijakan yang menyangkut pertumbuhan industri akan terus dibahan secara bijaksana karena hal ini penting dalam mempertahankan pertumbuhan industri agar tetap stabil.

Termasuk perkiraan harga gas, tarif listrik dan pengembangan pembangunan infrastruktur akan sangat mennetukan pertumbuhan industri dan pengembangan investasi.

“Makanya, saya berharap agar perekonomian dan faktor keamanan menjadi kunci penting dalam mengantisipasi semua hambatan yang akan menganggu pertumbuhan ekonomi dan investasi. Karena ini sangat mempenagruhi kepercayaan investor.”

Kendati pada 2017 pertumbuhan industri tidak setinggi 2016, namun, pihaknya akan terus berupaya menyelaraskan kebijakan yang akan diambil dengan upaya meningkatkan pertumbuhan industri setiap tahunnya.

Ke depan, kata Erlangga, perlu didorong pertumbuhan yang sifatnya insentif untuk sektor industri dengan modal besar dengan dukungan kebijakan pemerintah.

Termasuk pengembangan sektor Industri Kecil Menengah (IKM) yang mneyerap dan melibatkan masyarakat banyak. “Jadi perhatian Kemenperin melalui pengembangan sentra dan kluster UKM. Seperti yang kita pantau di Jawa Timur tepatnya di Sidoarjo ada pengembangan 14 jenis bumbu. Ini harus didorong  agar mampu menciptakan entrepreniur baru di daerah.”

Erlangga juga memaparkan terkait proyeksi pertumbuhan industri non migas diperkirakan akan tumbuh antara 5,3 persen-5,6 persen dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1 persen-5,4 persen.  Sedangkan sub sektor industri paling tinggi dan menjadi motor penggerak pertumbuhan industri pengolahan non migas masih disumbangkan oleh industri makanan dan minuman.(fitri)     

 

 

Leave a Comment