JAKARTA (Pos Sore) — Perusahaan real estate yang mengembangkan proyek perumahan dan komersial di sekitar Telangana, negara terbaru di India, GRR Holdings Pvt Ltd, mendapat kucuran dana pinjaman senilai 240 Dolar Amerika Serikat.
Pinjaman tersebut didapatkannya dari Linetrust Internasional Offshore Limited, perusahaan penjaminan asal Inggris, setelah GRR Holdings menandatangani kerjasama dengan asosiasi keuangan jangka panjang tersebut.
“Dana tersebut akan dimanfaatkan sebagai dukungan jangka panjang untuk mengembangkan proyek-proyek perumahan dan komersial di sekitar Hyderabad, Telangana,” kata G Shyam Prasad Reddy, Direktur, GRR Holdings, di Jakarta, Jumat (9/12).
Pihaknya sangat gembira dengan adanya kerjasama dengan Linetrust Internasional Offshore Limited. Karenanya, dia pun optimistis industri real estate akan kembali cerah secara bisnis dalam tahun-tahun mendatang.
“Proyek-proyek kami telah melambat karena meningkatnya biaya bunga dan melonjaknya biaya bahan baku. Lembaga dan bank telah menjadi sangat pemilih dalam pembiayaan pengembang real estate. Semua ini terjadi dalam harga jual tinggi sehingga menurunkan minat calon pembeli,” kata Reddy.
Dia berpendapat, munculnya dukungan keuangan pada tingkat bunga yang lebih rendah untuk pengembang real estate sangat membantu. Pengembang jadi bisa menyediakan rumah sesuai permintaan konsumen secara tepat waktu dengan harga yang wajar.
Sementara itu, Direktur Esquire Worldwide, GS Sharma mengatakan, industri real estate telah menunjukkan QoQ pertumbuhan negatif karena kurangnya dana murah bagi proyek-proyek pembangunan dan kebutuhan modal kerja mereka.
“Pengembang telah dipaksa untuk menghentikan proyek atau telah melambat laju pertumbuhan mereka. Hal ini telah menyebabkan backlog persediaan yang tidak terjual,” katanya .
Menurut dia, dalam bisnis real eastate tidak ada istilah kurangnya permintaan. Kondisi yang terjadi justru kekurangan pasokan rumah pada waktu yang tepat dan harga yang wajar.
“Tapi kondisi tersebut sekarang dapat berubah dengan munculnya dana murah untuk proyek-proyek real estat dari lembaga seperti Linetrust. Sektor real estate dapat menunjukkan pertumbuhan yang besar di kuartal mendatang dan membantu pertumbuhan industri ini,” katanya.
Manoj Todi, pemegang saham dan juru bicara Linetrust mengatakan, pihaknya menyediakan sumber-sumber dana yang lebih murah untuk dana real estate dan infrastruktur proyek.
Hal tersebut bertujuan untuk mendorong pertumbuhan industri real estate serta memberikan alternatif pendanaan yang praktis dan layak di tengah rezim biaya bunga yang tinggi. Linetrust Internasional ingin membangun kaki bisnis yang kokoh khususnya untuk dukungan pendanaan di bidang real estate dengan utang biaya rendah.
Di tempat yang sama, Mary Mam, pemegang saham lain menyatakan, langkah yang dilakukan Linetrust Internasional ikut memberikan pengaruh pada pengelolaan pasar dana utang Asean.
“Upaya tersebut membantu kegiatan sektor manufaktur dan infrastruktur di negara-negara berkembang yang masih berjuang menghadapi tingginya biaya bunga dan kenaikan harga bahan baku sehingga berpengaruh pada kegiatan bisnisnya,” katanya. (tety)
