12.5 C
New York
10/05/2026
Aktual

Indonesia-Korea Kembangkan Bisnis UKM Ramah Lingkungan

JAKARTA (Pos Sore) — Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring menekankan pentingnya sektor UMKM untuk berpartisipasi menekan peningkatan emisi industri melalui konsep Green Business.

“UMKM diharapkan lebih kreatif dan inovatif agar mampu bertahan dalam persaingan usaha dan juga mampu mengoperasikan usahanya dalam wawasan ramah lingkungan,” kata Meliadi saat membuka acara 1st Indonesia-Korea Green Business Forum, di Jakarta, Selasa‎ (6/12).

Indonesia-Korea Business Forum adalah forum pertama yang diselenggarakan Green Business Center (GBC) atas dukungan dari ASEM SMES Eco Innovation Center (ASEIC) Korea Selatan dan Kemenkop UKM.

Green Business Center sendiri bentuk lembaga kerjasama antara Indonesia dan Republik Korea, yang berperan sebagai inkubator bisnis untuk para UKM, baik di Indonesia maupun Korea.

“GBC didedikasikan untuk inkubasi, konsultasi, dan membantu para UKM dalam mengembangkan bisnis dan industrinya sehingga mempercepat laju potensi bisnis melalui inovasi bisnis hijau,” papar Meliadi.‎


Menurut Meliadi, hingga saat ini sudah ada 11 tenant yang berada‎ di GBC, terdiri dari tiga perusahaan asal Indonesia dan delapan perusahaan asal Korea.

Tiga perusahaan asal Indonesia itu adalah PT Petra Sumber Makmur (batubara dan campuran beton), KOSPERMINDO – ASPERLI (usaha pengolahan rumput laut), dan PT Multi Coco Indonesia (usaha pengolahan kelapa).

“Tujuan forum ini adalah untuk meningkatkan komitmen dan partisipasi UKM serta menambah wawasan mengenai industri yang ramah lingkungan,” tukas Meliadi. ‎

Dalam kesempatan yang sama, Perwakilan Korea untuk Indonesia-Korea Joint Secretariat for Economic Development Jang-jean Kang mengatakan, forum ini sangat penting bagi ajang pertukaran info industri ramah lingkungan antara Indonesia dengan Korea.

“Kebijakan pemerintah bagi pengembangan industri ramah lingkungan sangat penting. Korea sudah lama melakukan itu, dan hasilnya dari yang tadinya negara miskin kini sudah menjelma menjadi salah satu negara industri besar di dunia,” kata Jang-jean.

Jang-jean menambahkan, Indonesia dikenal sebagai negara penghasil CO2 terbesar ke-4 di dunia‎. Oleh karena itu, dia berharap Indonesia mengubah struktur industri ramah lingkungan.

“Kami berhasil mengatasi masalah lingkungan tersebut, selalu menekankan pada perusahaan agar menghasilkan produknya yang ramah lingkungan dan mengurangi polusi,” ujarnya. (tety)

Leave a Comment