BEKASI (Pos Sore) – Meski baru beroperasi dua bulan, Siloam Blu Plaza, Bekasi, sudah menyiapkan segala fasilitas kesehatannya begitu lengkap, termasuk didukung oleh dokter spesialis.
Kehadirannya dirasa semakin memudahkan masyarakat Bekasi Timur dan sekitarnya dalam mencari pelayanan kesehatan secara optimal dan ramah, tentunya. Siloam hadir di tengah kota Bekasi yang pesat pertumbuhan penduduk, properti dan bisnisnya.
Visi Siloam Blu Plaza sendiri ingin selalu dekat melayani masyarakat, dengan mengoptimalkan penanganan dini pada sejumlah kasus emergency (penanganan gawat darurat) guna menyelamatkan jiwa pasien.
Itu sebabnya, di fasilitas UGD terpampang jelas tulisan ‘Otak Jantung Kecelakaan’. Bukan berarti pelayanan kesehatan ini hanya menangani penyakit yang berkaitan dengan otak, jantung, dan kecelakan, melainkan ketiga bagian itu berkaitan erat dengan nyawa manusia yang harus segera ditangani.
“Penanganan emergency dikedepankan karena Bekasi wilayah yang terus berkembang pesat sebagai kota berbasis industri yang tentunya dapat berdampak potensi mengalami kecelakaan kerja dari aktifitas warga Bekasi,” terang Siloam Blu Plaza Head, Dr. Nicolaas Frits Turaganda, dalam media gathering, Selasa (6/12).
Ia menjelaskan, layanan trauma center yang dimiliki Siloam Blu Plaza ini dilengkapi fasilitas Unit Gawat Darurat 24 jam dan fasilitas mobil ambulance yang terhubung layanan call center secara online.
Tak hanya itu, penanganannya juga ditangani dokter spesial, tergantung jenis trauma yang diderita. Misalnya, trauma pasien akibat patah tulang saat kecelakaan maka telah disediakan layanan bedah tulang, spesialis saraf dan lainnya guna paska trauma.
“Layanan Trauma Center menjadi layanan unggulan dengan siaga penuh tanpa batas waktu,” tambahnya.
Siloam Blu Plaza ini juga dilengkapi delapan poliklinik khusus ragam berbagai keluhan penyakit umum (gigi, demam berdarah, layanan ibu hamil, kesehatan anak) dan penyakit dalam (paru, jantung dan lainnya).
Selain itu, meliputi ilmu bedah (tulang, orologi dan saraf), spesialis gigi (dewasa dan anak) dan layanan patologi klinik, termasuk adanya fasilitas Laboratorium dengan kelengkapan alat untuk Radiologi, X Ray berbasis teknologi digital serta CT Scan.
“Tahun depan kami akan menambah fasilitas layanan cuci darah (Hemodialisa) dan layanan rawat inap di lantai 5, dengan kapasitas 68 tempat tidur. Ini seiring dengan meningkatnya berubahnya klinik utama ini menjadi rumah sakit tipe c,” ungkapnya.
Bersamaan dengan itu, penggunaan layanan BPJS bagi peserta BPJS mulai dibuka guna semakin memudahkan masyarakat berobat.
Terlebih rumah sakit ini memiliki akses yang mudah dijangkau oleh penduduk kota bekasi antara lain pemukiman Pondok Timur, Mutiara Gading Timur, Bulak Kapal, Margahayu, Pekayon, Bekasi, Tambun hingga Bintara.
“Sejak awal beroperasi pada Oktober 2016, kami telah melayani ratusan pasien, baik gawat darurat maupun rawat jalan. Diharapkan, pada tahun depan kami bisa melayani hingga 16.000 pasien,” ungkapnya. (tety)


