9.1 C
New York
27/04/2026
Ekonomi

Perluas Akses Pasar IKM,Kemenperin Gandeng LIK Pulo Gadung

JAKARTA (Pos Sore) — Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian,Gatih Wibawaningsih mengungkapkan, untuk memperluas akses pemasaran bagi produk-produk industri kecil dan menengah,pihaknya bakal  bekerjasama dengan Pemda DKI dalam memperoleh izin penggunaan Lingkungan Industri Kecil (LIK) yang ada di daerah Pulo Gadung, Jakarta TImur.

 “Mengapa kami mendorong pendirian e-smart IKM, sebab setelah kami mengadakan pendekatan dengan sejumlah perusahaan e-dagang besar seperti Lazada, Blibli, dan Toko Bagus, mereka juga menyadari produk IKM ternyata memiliki potensi besar dengan kualitas yang handal.”

“Dalam waktu dekat kami akan berbicara dengan Asisten Deputi Gubernur Bidang Industri dan Perdagangan dan akan melihat lokasi tersebut. Apabila sesuai, maka kami akan berkirim surat kepada gubernur dan meminjam lokasi tersebut sebagai tempat display permanen bagi produk-produk IKM, khususnya bagi mereka yang berdomisili di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya,” ungkapnya didampingi Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Eddy Kuntadi di sela pembukaan pameran IKM Expo 2016 di Plasa Industri, Selasa (6/12).

Adapun produk yang dapat masuk ke sana utamanya, kata Gatih, adalah produk fesyen dan juga produk makanan kering kemasan. Sementara mereka yang tidak dapat tertampung di sana, kami juga sudah mempersiapkan lahan yang lain bagi mereka, berupa pengembangan e-smart IKM.

Saat ini,pihaknya, masih membangun sistemnya, mengadakan sosialisasi ke sejumlah wilayah, dan mengadakan kurasi produk-produk apa saja yang layak masuk ke sana.

“Mengapa kami mendorong pendirian e-smart IKM, sebab setelah kami mengadakan pendekatan dengan sejumlah perusahaan e-dagang besar seperti Lazada, Blibli, dan Toko Bagus, mereka juga menyadari produk IKM ternyata memiliki potensi besar dengan kualitas yang handal. Apabila produk IKM disandingkan dengan produk IKM impor yang hampir 90%  penjualannya dilakukan melalui perusahaan-perusahaan tersebut, ternyata produk IKM Indonesia lebih bermutu,, bahkan kualitas penjahitannya lebih bagus.”

Menurut Gati yang kehadirannya mewakili Menperin Airlangga Hartarto. IKM berperan penting dalam penguatan struktur industri, dan terutama juga memperkuat perekonomian nasional. IKM merupakan simbol aktivitas ekonomi berbasis kerakyatan yang terbukti tangguh menghadapi tantangan dan krisis ekonomi yang melanda ekonomi global. Pembinaan dan penguatan IKM memberi dampak ekonomi dan sosial yang positif. Selain menyerap banyak tenaga kerja, IKM juga berperan dalam mendistribusikan hasil-hasil pembangunan di Indonesia, sehinggga mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial di masyarakat.

“Saat ini kami tengah berupaya meningkatkan kualitas produk mainan anak yang lokasi perusahaannya berada di sekitar Solo dan Klaten – Jawa Tengah, sehingga produk mainan anak edukasi tersebut sudah dapat mengantongi Standar Nasional Indonesia (SNI). Apabila produk mainan anak tersebut sudah memiliki SNI, maka sudah dapat diikutsertakan dalam pengadaan lelang bagi pemenuhan kebutuhan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).”

Ketua KADIN Indonesia Wilayah Tengah Irwan Hasman dalam kesempatan tersebut menyinggung masih tertinggalnya pengusaha kecil dan menengah Indonesia (IKM) dibanding negara lain di kawasan ASEAN. Data yang ada menunjukkan dari 57,9 juta IKM yang ada di Indonesia, hampir 97% berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, Namun demikian apabila dipandang dari kontribusinya terhadap ekspor, maka IKM di Indonesia masih tertinggal karena baru mencapai 15,8% dari seluruh pengusaha yang mengekspor produknya.

Sementara Thailand sudah mengkontribusi 29,9% produk ekspornya berasal dari IKM, demikian juga dengan Filipina yang kontribusi ekspornya mencapai 20%. Itu sebabnya pengusaha berskala IKM harus diberi akses yang lebih besar menembus pasar global. Sejumlah aspek perlu mendapat perhatian lebih besar mulai dari peningkatan kualitas produk, aspek sumber daya manusia yang lebih kompeten, dan standar produk yang tidak hanya lulus kualifikasi dalam negeri melainkan juga memenuhi standar internasional.

Secara umum Kemenperin memberikan bantuan pelatihan teknis yang nantinya ditujukan bagi peningkatan status IKM, sehingga pada akhirnya mereka dapat bertumbuh menjadi wirausaha baru. Kemenperin menargetkan pertumbuhan wirausaha baru mencapai 20 ribu di seluruh Indonesia.(fitri)

Leave a Comment