9.1 C
New York
27/04/2026
Ekonomi

Sekitar 130 Juta Pekerja Butuh Perlindungan

JAKARTA (Pos Sore) – Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial  Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan),Agus Susanto, mengungkapkan, saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 39, pihaknya menyuguhkan 7 kado istimewa pada pekerja peserta program BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami sudah melakukan beberapa kolaborasi korporasi dengan perusahaan dan perbankan untuk menyalurkan dana CSR yang dimiliki mitra kerja kami dalam bentuk kepesertaan dan perlindungan program BPJS Ketenagakerjaan kepada para pekerja BPU (bukan penerima upah) kategori pekerja rentan melalui GN Lingkaran.”

Hal itu ia ungkapkan saat peringatan hari jadi ke-39 BPJS Ketenagakerjaan di Hotel Bidakara, Senin malam (5/12). Ketujuh kado itu diantaranya, pertama, bantuan pembayaran iuran pada pekerja rentan di sektor informal . Saat ini sebanyak 65 ribu pekerja rentan iurannya dibayar donator melalui dana CSR perusahaan dan donasi perorangan.

“Kami sudah melakukan beberapa kolaborasi korporasi dengan perusahaan dan perbankan untuk menyalurkan dana CSR yang dimiliki mitra kerja kami dalam bentuk kepesertaan dan perlindungan program BPJS Ketenagakerjaan kepada para pekerja BPU (bukan penerima upah) kategori pekerja rentan melalui GN Lingkaran.”

Program GN Lingkaran (Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan) hadir untuk memperluas cakupan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja BPU yang bertahan hidup hanya dengan penghasilan harian yang didapat sehingga tidak mampu membayar iuran.

Kado kedua yaitu pengembangan sistem aplikasi BPJSTK Mobile dengan penambahan fitur seperti geotagging, informasi manfaat bagi non-peserta, dan penyempurnaan layanan pengaduan yang sudah ada dengan didukung interface aplikasi yang modern dan user friendly.

Kado ketiga, BPJS Ketenagakerjaan bekerjasama dengan berbagai merchant untuk memberikan manfaat langsung yang bisa didapatkan sehari-hari oleh peserta BPJS Ketenagakerjaan di ritel, hotel dan lain sebagainya. Tercatat sampai saat ini sudah lebih dari 400 merchant yang bekerjasama untuk memberikan manfaat langsung kepada peserta.

Ke empat, optimalisasi pengelolaan dana melalui investasi langsung pada properti komersial Social Security Tower yang dikelola perusahaan penyertaan langsung yang bertujuan untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih optimal bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kelima, persembahan bagi generasi muda Indonesia yang akan mendapatkan edukasi jaminan sosial melalui media video kreatif. Bahkan ke depannya, BPJS Ketenagakerjaan mengajukan agar edukasi tentang jaminan sosial ini dapat dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan di sekolah.

Keenam, BPJS Ketenagakerjaan akan merilis buku tentang transformasi Human Capital yang dapat digunakan sebagai pedoman bagi praktisi SDM di perusahaan-perusahaan atau badan usaha lainnya. Kado ketujuh yaitu pengembangan program Penggerak Jaminan Sosial (PERISAI), sebuah program keagenan jaminan sosial yang melibatkan masyarakat umum melalui kelompok masyarakat, pekerja atau pengusaha agar bisa menjangkau lebih banyak orang.

“Agen Perisai akan dilatih, disertifikasi dan lembaganya juga akan diakreditasi agar dapat menghasilkan agen yang berkualitas dan terbaik dalam memberikan informasi dan mengakuisisi peserta. Program Perisai ini merupakan program hasil adopsi model jaminan sosial yang sukses dilaksanakan di Jepang. Hal ini juga sebagai wujud kerjasama G2G antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Jepang, dalam hal ini antara BPJS Ketenagakerjaan dengan JICA Jepang,” kata Agus yang mengatakan 7 persembahan ini untuk memberikan perlindungan kepada pekerja tanpa terkecuali.

Agus menambahkan, dirinya dan jajaran direksi akan terus berusaha memberikan perlindungan yang terbaik kepada seluruh pekerja. Data yang ada menunjukkan terdapat sekitar 130 juta pekerja di Indonesia yang harus dilindungi dalam program BPJS Ketenagakerjaan, dan 80 juta di antaranya merupakan pekerja informal atau BPU.

Ke tujuh, katanya, BPJS Ketenagakerjaan terus berkomitmen dapat melindungi dan menjamin kesejahteraan pekerja di seluruh Indonesia tanpa terkecuali. (fitri)

 

 

Leave a Comment